Home / Daerah / News / Politik

Sabtu, 21 Januari 2023 - 06:24 WIB

Rekrutmen PPS Di Sarolangun Dinilai Hanya Formalitas

Eksisjambi.com,Sarolangun- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sarolangun dituding tidak transparan dan hanya formalitas dalam melakukan rekrutmen Panitia Pemungutan Suara(PPS). Pasalnya, banyak peserta tidak mengetahui nilai akhir hasil tes yang diikuti.

Salah satu peserta rekrutmen PPS asal Pulau Buayo, Kecamatan Bathin VIII, Sayidatullaili, merasa dicurangi. Dia hanya mendapatkan nilai tes CAT 84 dan menjawab semua pertanyaan wawancara.

“Tapi hasil tes wawancara tidak diumumkan. Tidak ada keterbukaan, beginikan kami merasa mereka tidak profesional Kesannya tes ini hanya formalitas untuk menggugurkan kewajiban dalam pelaksanaan tahapan pemilu. Pertanyaan saya saat wawancara sama dengan soal saat tes CAT, Alhamdulillah nilai Saya tertinggi tapi kalah dengan nilai terendah saat CAT,”katanya.

hal itu juga banyak kecaman dari berbagai pihak dan masyarakat, Salah satunya Mantan Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Sarolangun, Rayan Arpandi, ada kepentingan besar pada tahap seleksi PPS. Tak hanya itu, ia menduga ada kepentingan pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sarolangun Untuk meloloskan orang-orangnya dari pihak tertentu, dan pengumuman rekrutmen hanya formalitas belaka.

Baca Juga :  Pemdes Aur Duri Sukses Lakukan Sosialisasi Covid Dan Stunting

“TIdak jujur dan adil dalam menetapkan hasil seleksi PPS. Mestinya proses dan hasil wawancara seyogyanya dibuka. Bagaimana skoring nilai akhir sehingga dapat dinyatakan lulus, dan saya sangat yakin bahwa untuk perekrutan panitia pemungutan suara (PPS) yang dilakukan oleh Kpu hanya formalitas untuk memenuhi tahapan saja dan untuk nama yang lulus sudah di kantongi oleh setiap komisioner sebelum proses seleksi,”jelasnya

Rayan juga mengatakan, mestinya proses seleksi tidak seperti itu, karena kasihan mereka yang sudah susah payah untuk mengikuti proses seleksi PPS.

Baca Juga :  Anggota Satgas TMMD ke 122 Kodim Sarko Kebut Program Ketahanan Pangan

“Berapa banyak orang yang didzolimi oleh KPU Kabupaten Sarolangun, mereka rela tinggalkan aktivitas dan keluarga serta uang untuk mengurus kelengkapan administrasi. Tapi kenyataan harapan sirna bak ditelan bumi,” tutur Rayan.

Proses rekruitmen PPS oleh KPU selalu terkesan buruk, pada setiap tahapan Pemilu sebagian besar saat rekrutmen panitia Pemilu mulai dari Panwascam, PPK hingga PPS , rupanya sudah ada kandidat sebelum-sebelumnya.

“Kapan mau maju Negara ini, kalau praktik jahat masih diterapkan demi kepuasan oknum atau golongan tertentu,” sesalnya.

Ia berharap, hal seperti ini tidak terjadi lagi, karena yang diharapkan adalah penyelenggaraan Pemilu yang akuntabel, jujur, adil dan lainnya.

“Pola seperti ini adalah upaya pembodohan dan harus dirubah demi terwujud demokrasi yang akuntabel dan berintegritas,” pinta Rayan (*)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pelayanan KB Serentak Hadir di Jambi, Layanan Gratis untuk Masyarakat Mulai 29 April 2026
Gubernur Jambi Al Haris mengunjungi RSUD Raden Mattaher pada malam takbiran Idul Fitri 1447 H

Daerah

Lebaran Penuh Empati, Gubernur Al Haris Bawa Tali Asih dan Pastikan Layanan RS Tetap Prima

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Hadiri Pelantikan Pimpinan Cabang ASKI

Daerah

Resep Sayur Buncis Kol yang Gurih, Renyah, dan Praktis, Cocok Jadi Menu Sehari-hari
Presiden Rusia Vladimir Putin

Internasional

Presiden Rusia Vladimir Putin Sampaikan Belasungkawa kepada Presiden Prabowo atas Musibah Banjir di Sumatra

Kota Sungai Penuh

Untuk Warga Koto Baru, RPT Rintisan AJB-Zulhelmi Dipastikan Berlanjut Era Fikar-Yos

Daerah

Tetap Menerapkan Prokes Covid-19 Pemkot Peringati Harganas ke 28

Nasional

Pemerintah Pastikan Bantuan Pangan 10 Kg Beras Siap Didistribusikan ke 18,3 Juta KPM