Home / Kota Sungai Penuh / Politik

Jumat, 11 Desember 2020 - 16:59 WIB

Surat Suara Terpakai Melebihi DPT di Beberapa TPS, Diduga Terjadi Penggelembungan Suara di Sungai Liuk

SUNGAIPENUH – Dugaan terjadinya penggelembungan suara di kampung halaman calon Walikota Sungaipenuh nomor urut, Ahmadi Zubir, yakni 4 Desa Sungai Liuk, Kecamatan Pesisir Bukit mencuat ke publik.

Kuatnya dugaan penggelembungan suara ini mencuat setelah diinputnya foto Berita Acara dan Sertfikat Hasil Penghitungan Suara untuk Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Sungaipenuh di sejumlah TPS 4 Desa Sungai Liuk di situs https://sirekap-obj.kpu.go.id/.

Pasalnya, dalam berita acara dan sertifikat tersebut tampak jumlah pemillih yang mencoblos melebihi jumlah DPTD. Kemudian surat suara yang diterima KPPS dari pihak KPU dan PPK semuanya habis terpakai atau digunakan 100 persen. Padahal dikabarkan ada banyak pemilih yang terdaftar di DPT tidak berada di Sungaipenuh bahkan ada yang sudah meninggal dunia.

Salah satunya seperti yang terjadi di beberapa TPS Desa Koto Duo, Sumur Gedang Sungai Liuk, Kecamatan Pesisir Bukit. TPS 1 Desa Sumur Gedang dengan jumlah pemilih terdaftar sebanyak 414 dan tidak terdaftar sebanyak 3. Sehingga jumlah pemilih sebanyak 417 pemilih.

Baca Juga :  Prov Jambi Siapkan 61 Ribu Hektar untuk Tanam Padi

Kemudian TPS 2 Desa Sumur Gedang dengan jumlah pemilih terdaftar sebanyak 349, dan tidak terdaftar sebanyak 6. Sehingga jumlah pemilih sebanyak 455 pemilih.

TPS Desa Koto Dua Sungai Liuk dengan jumlah pemilih terdaftar sebanyak 237 dan tidak terdaftar sebanyak 5. Sehingga jumlah pemilih sebanyak 243 pemilih.

Selain itu, berdasarkan penelusuran media ini di situs https://sirekap-obj.kpu.go.id/, hampir di semua TPS di 4 Desa Sungai Liuk jumlah surat suara terpakai semuanya hampir 100 persen.

Terkait hal ini, warga menilai janggal dan kuat dugaan terjadinya penggelembungan suara dengan membiarkan pemilih memilih lebih dari satu kali di TPS-TPS wilayah 4 Desa Sungai Liuk.

“Ini adalah kejanggalan, perlu dilakukan pengusutan dan dilakukan pemilihan ulang karena melebih 100 persen yang memilih,” ujar Wardi warga Kota Sungaipenuh yang menemukan adanya kejanggalan dalam Pemilihan di 3 TPS yang sudah di publikasi oleh KPU Kota Sungai Penuh.

Baca Juga :  Wako Alfin Hadir Di HUT Kabupaten Merangin Ke -76

Seperti diberitakan sebelumnya saat pemungutan suara dilaksanakan pada Rabu 9 Desember 2020 yang lalu, saksi-saksi TPS paslon nomor urut 2, Fikar Azami dan Yos Adrino di beberapa TPS di Sungai Liuk juga sempat mendapat intimidasi setiap menyampaikan protes dan sanggahan terkait adanya dugaan pelanggaran.

Salah satunya, ketika nama pemilih yang disebut untuk melakukan pencoblosan, namun lain orang yang melakukan pencoblosan. Ketika disanggah oleh saksi Fikar – Yos yang ada di TPS, di situlah terjadinya intimidasi. “Kita disini Diintimidasi, kami mohon pihak aparat untuk memperketat pengamanan didalam TPS maupun luar,” ujar Edi. (*)

Share :

Baca Juga

Daerah

Ketua DPRD Fajran Hadiri dan Support Pertandingan Persahabatan PBVSI

Daerah

Bendi, Warisan Transportasi Tradisional yang Tetap Hidup di Kota Sungai Penuh

Advertorial

PJ.Bupati Asraf Dampingi Gubernur Jambi Kunker di Kota Sungai Penuh

Advertorial

IAIN Kerinci Jalin Kerjasama Dengan Krirk University Bangkok

Daerah

Wako AJB Serahkan Bantuan Pembangunan Pesantren Ummul Quro.

Daerah

Wako Ahmadi Usulkan Ke Gubernur Alat Tes Swab Covid-19 Kota Sungai Penuh – Kerinci
Wako Alfin

Advertorial

Wako Alfin Pimpin Apel Pembukaan TMMD ke-126 Tahun 2025
Rakor Persiapan Pasar Ramadan 1447 H di Aula Polres Kerinci

Daerah

Satpol PP dan Damkar Sungai Penuh Hadiri Rakor Persiapan Pasar Ramadan 1447 H di Aula Polres Kerinci