Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Senin, 16 Februari 2026 - 21:41 WIB

TNI AL Gelar Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi di Bangka Belitung

TNI AL,Jalesveva Jayamahe

TNI AL,Jalesveva Jayamahe

Bangka Belitung, http://Eksisjambi.com – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menggelar Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi di wilayah perairan Bangka Belitung, Minggu (15/2/2026). Latihan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan tempur sekaligus penegasan komitmen menjaga kedaulatan dan keamanan laut nasional.

Latihan bertajuk “Jalesveva Jayamahe” yang berarti Di Laut Kita Jaya tersebut melibatkan berbagai unsur laut, udara, dan pasukan pendarat dalam skenario operasi gabungan yang terintegrasi.

Sejumlah unsur kapal perang yang di libatkan antara lain:

  • KRI Brawijaya-320
  • KRI Raden Eddy Martadinata-331
  • KRI John Lie-358
  • KRI Cut Nyak Di en-375
  • KRI Tjiptadi-381
  • KRI Halasan-630
  • KRI Surik-645
  • KRI Semarang-594
  • KRI Pulau Fani-731

Selain unsur laut, latihan juga di perkuat oleh Satuan Tugas Udara yang terdiri dari Pesawat Patroli Maritim CN-235 MPA, Pesawat Cassa, Helikopter Panther, Camcopter Puspenerbal, drone kamikaze, pasukan pendarat, serta Roket Multi Launcher Rocket System (MLRS) Korps Marinir.

Baca Juga :  PLTA KMH Cahaya Harapan dari Alam untuk Masa Depan yang Berkelanjutan

Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi ini mensimulasikan skenario penangkalan dan penghancuran kekuatan lawan yang berupaya memasuki wilayah perairan strategis Indonesia, sekaligus menguji kemampuan interoperabilitas antar satuan TNI AL.

Kegiatan ini di saksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. Turut mendampingi, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dr. (HC) Hidayat Arsani, S.E.

Kehadiran pimpinan TNI AL dan pemerintah daerah menjadi simbol sinergi antara kekuatan pertahanan negara dan otoritas sipil dalam menjaga stabilitas kawasan maritim yang kaya sumber daya alam.

Dalam kesempatan tersebut, TNI AL juga memamerkan barang bukti hasil Operasi Keamanan Laut (Opskamla) berupa komoditas timah balok, pasir timah, dan logam tanah jarang (LTJ) dengan total nilai mencapai Rp 173,6 miliar.

Baca Juga :  UPDATELongsor Cilacap: 20 Warga Masih Hilang, 3 Korban Ditemukan Meninggal 

Barang bukti tersebut berhasil di amankan sepanjang tahun 2025 hingga 2026, sebagai bagian dari upaya penegakan hukum terhadap praktik pertambangan ilegal dan penyelundupan sumber daya alam.

Langkah ini sejalan dengan fokus utama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memberantas praktik illegal mining serta penyelundupan sumber daya alam yang merugikan negara.

Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi ini menegaskan kesiapan TNI AL dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia, khususnya di kawasan strategis seperti Bangka Belitung yang di kenal sebagai salah satu sentra pertambangan timah nasional.

Dengan semangat Jalesveva Jayamahe, TNI AL menunjukkan profesionalisme dan kesiapan tempur dalam menghadapi berbagai ancaman, baik militer maupun non-militer, demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Diskominfo Prov.Jambi Gelar FGD SDI Untuk Wujudkan Data Kelola Yang Akurat
konflik Thailand Kamboja

Internasional

BTR-3E1 Milik Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand Tertangkap oleh Pasukan Kamboja 

Daerah

Puncak Peringatan  HUT DWP ke-22 Kota Sungai Penuh

Daerah

Bupati Adirozal Beserta Ibuk Menghadiri Pembukaan MTQ Ke-50 Prov.Jambi
Batik Jambi

Advertorial

Batik Jambi: Mampukah Menjadi Kompetitor Estetik Dunia di Era Digital?
Foto: Gubernur Jambi Alharis

Daerah

Gubernur Al Haris Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat

Advertorial

Wabup Tanjab Barat Menjadi Irup Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2023

Advertorial

Selama Kepemimpinannya di Tanjab Timur Wabup Robby Sampaikan Terima Kasih Atas Support dan Dukungan