Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:07 WIB

BRIN Kembangkan Reaktor Nuklir Mini 50 MW, Investasi Dibutuhkan Rp2,5 Triliun

Foto BRIN Indonesia

Foto BRIN Indonesia

FJakarta, http://Eksisjambi.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mengembangkan teknologi nuklir nasional, salah satunya Small Modular Reactor (SMR) atau reaktor modular kecil yang disiapkan untuk mendukung pembangkit listrik.

Kepala BRIN Arif Satria mengungkapkan, teknologi SMR yang dikembangkan BRIN saat ini memiliki kapasitas sekitar 50 megawatt (MW). Kapasitas tersebut memang lebih kecil dibandingkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) konvensional, namun dinilai menjadi langkah penting dalam penguasaan teknologi nuklir nasional.

Arif menyampaikan hal tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (7/8/2026).

“Kecil masih sekitar 50 megawatt. Tapi memang namanya small, paling tidak kita punya teknologinya,” kata Arif.

Siapkan Reaktor Generasi Ketiga dan Keempat

Menurut Arif, BRIN tidak hanya menyiapkan satu jenis teknologi SMR. Lembaga tersebut telah mengembangkan desain untuk reaktor nuklir generasi ketiga dan generasi keempat.

Kedua teknologi tersebut dikembangkan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan serta kebutuhan pengembangan energi nuklir di masa depan.

Arif mengatakan, teknologi yang telah disiapkan BRIN pada dasarnya tinggal menunggu pihak yang berminat untuk mengadopsi dan mengimplementasikannya. Namun, pembangunan proyek tersebut membutuhkan dukungan investasi.

“BRIN juga siap dengan dua level: satu generasi tiga, dua generasi empat. Nah, dengan dua generasi yang sudah kita siapkan ini, ini tinggal nunggu siapa yang akan pakai teknologinya BRIN ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Wawako Azhar Hamzah Lantik Tiga  Pejabat Administrator Rumah Sakit Umum Kota Sungai Penuh 

Untuk merealisasikan proyek tersebut, kebutuhan investasi diperkirakan mencapai sekitar Rp2,5 triliun.

Menurut Arif, nilai investasi tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan pembangunan pembangkit listrik berskala besar.

“Berapa investasinya? Rp2,5 triliun. Itu kecil, tidak besar. Kalau kita mau coba, ya, BRIN sudah siap untuk itu,” tuturnya.

Desain SMR Masih Terus Disempurnakan

Meski telah memiliki desain dan model teknologi, BRIN masih melakukan penyempurnaan terhadap SMR. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan riset dan teknologi nuklir Indonesia.

Untuk sektor energi, SMR menjadi salah satu teknologi yang dipersiapkan BRIN sebagai opsi pembangkit listrik dengan kapasitas yang lebih kecil dan modular.

Namun, pemanfaatan teknologi nuklir BRIN saat ini tidak hanya diarahkan untuk sektor kelistrikan.

Arif mengatakan riset nuklir juga terus difokuskan pada sektor yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya pangan dan kesehatan.

“Yang jelas, BRIN untuk teknologi nuklir yang berkaitan dengan energi ya SMR yang sedang kita siapkan desainnya, modelnya. Namun yang sekarang kita arahkan adalah pemanfaatannya untuk pangan dan kesehatan,” kata Arif.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Pimpin Rapat Antisipasi El Nino 2026

Teknologi Nuklir untuk Kesehatan dan Pangan

Dalam sektor kesehatan, teknologi nuklir dapat dimanfaatkan untuk pengembangan radiofarmaka, termasuk untuk membantu proses diagnosis dan identifikasi penyakit seperti kanker.

Sementara di sektor pangan, teknologi nuklir dapat digunakan untuk membantu memperpanjang masa simpan sejumlah produk pertanian.

Salah satu pemanfaatannya adalah melalui teknologi iradiasi pangan. Metode tersebut dapat membantu menjaga kualitas produk sekaligus memperpanjang masa simpan buah-buahan sehingga lebih memungkinkan untuk dipasarkan dalam jangkauan yang lebih jauh, termasuk untuk kebutuhan ekspor.

Pengembangan berbagai aplikasi tersebut menunjukkan bahwa teknologi nuklir tidak hanya berkaitan dengan pembangkit listrik. Teknologi nuklir juga memiliki potensi untuk mendukung sektor kesehatan, pangan, industri, serta berbagai kebutuhan strategis lainnya.

Dengan pengembangan SMR berkapasitas sekitar 50 MW, BRIN juga berupaya memastikan Indonesia memiliki kemampuan teknologi dalam mengembangkan reaktor modular kecil.

Ke depan, realisasi teknologi tersebut masih membutuhkan tahapan lanjutan, termasuk penyempurnaan desain, kesiapan regulasi, kajian keselamatan, serta dukungan investasi dari pihak yang akan mengadopsi teknologi SMR tersebut.*

 

Share :

Baca Juga

Presiden Prabowo Subianto

Internasional

Presiden Prabowo Siap Berpidato Ketiga pada Sidang Majelis Umum PBB

Advertorial

DPRD Kota Sungai Penuh Sampaikan Hasil Pembahasan APBD Perubahan 2025

Advertorial

Wabup Ami Taher Hadiri Pencanangan Zona Integritas WBK dan WBBM Polres Kerinci

Advertorial

SMP Negeri 12 Sungai Penuh Meriahkan HUT RI ke-80 Tampilkan Gerak Jalan Indah
JAMBI

Advertorial

Jam Malam Kota Jambi: Antara Perlindungan Anak dan Pembinaan Moral Masyarakat

Daerah

Kemenag Gelar Sidang Isbat Iduladha 1447 Hijriah pada 17 Mei 2026
Mobile Legends 22 Terbaru

Daerah

Update Kode Redeem Mobile Legends Terbaru 22 Februari 2026
Badai Matahari

Daerah

Badai Matahari Sedang Berlangsung, Berpotensi Ganggu Teknologi