MAGELANG, http://Eksisjambi.com – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan. Pada Minggu, 11 Januari 2026, sekitar pukul 04.55 WIB, petugas pengamatan melaporkan terjadinya guguran lava pijar yang terlihat samar dari puncak gunung meski tertutup awan mendung.
Guguran lava pijar terpantau meluncur dari bagian kubah lava ke arah lereng, namun jarak luncur tidak dapat di pastikan secara visual akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung. Meski demikian, fenomena tersebut menandakan aktivitas erupsi efusif Gunung Merapi masih berlangsung.
Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), hingga saat ini status Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga). Aktivitas guguran lava dan potensi awan panas guguran masih mungkin terjadi, terutama ke arah sektor-sektor rawan yang telah di petakan sebelumnya.
BPPTKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di wilayah berbahaya yang telah di tetapkan, yakni: Radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi
Sektor sungai yang berhulu di Merapi, terutama saat terjadi hujan deras karena berpotensi memicu lahar hujan
“Masyarakat di minta tetap tenang namun waspada, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BPPTKG dan pemerintah daerah,” demikian imbauan petugas pengamatan Gunung Merapi.
Hingga berita ini di turunkan, belum ada laporan mengenai dampak signifikan terhadap permukiman warga. Aktivitas pemantauan Gunung Merapi terus di lakukan secara intensif selama 24 jam untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan aktivitas lebih lanjut.**







