Jakarta, http://Eksisjambi.com – Pemerintah Indonesia mengumumkan peningkatan cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional menjadi setara 1 bulan konsumsi. Kenaikan ini terjadi setelah adanya tambahan kapasitas penyimpanan sekitar 7 hari melalui fasilitas di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa sebelumnya cadangan BBM nasional hanya berada di kisaran 21 hingga 25 hari. Dengan tambahan storage tersebut, daya tahan energi nasional kini semakin kuat.
“Sekarang alhamdulillah penyangga energi kita, tadi kan di awal saya katakan 21 sampai dengan 25 hari. Sekarang ada penambahan lagi 7 hari dari Karimun dan ini yang kita lagi di komunikasikan sehingga bisa kita mencapai 1 bulan,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jumat kemarin.
Fasilitas penyimpanan tambahan tersebut diperoleh melalui kerja sama dengan pihak swasta, yakni PT Oiltanking Karimun (OTK). Tangki milik perusahaan ini di sewa pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Sebelumnya, fasilitas yang di operasikan OTK sempat menjadi sorotan terkait isu penyimpanan BBM asal Rusia. Namun, pemerintah daerah setempat telah berulang kali membantah kabar tersebut.
Peninjauan fasilitas ini juga pernah di lakukan oleh Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, guna memastikan kesiapan operasional dan kepatuhan terhadap regulasi.
Selain memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, pemerintah juga tengah menyiapkan pembangunan storage BBM baru. Proyek ini di targetkan mulai berjalan pada Mei 2026.
“Bulan Mei insyaallah doain kita sudah mulai melakukan pembangunan,” tegas Bahlil.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya memenuhi arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan cadangan BBM nasional mencapai 90 hari sebagai standar ketahanan energi jangka panjang. Salah satu wilayah yang di pertimbangkan untuk pengembangan storage baru adalah Pulau Sumatera.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga memastikan bahwa Indonesia telah melewati masa kritis terkait pasokan BBM akibat dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah.
“Saya ingin menyampaikan bahwa masa kritis kita terhadap dinamika global untuk BBM, alhamdulillah kita sudah lewat,” ujarnya.
Berdasarkan data dari anggota komite BPH Migas, Fathul Nugroho, total kapasitas penyimpanan BBM nasional saat ini mencapai 9,16 juta kiloliter.
Dari jumlah tersebut, sekitar 67% atau 6,1 juta kiloliter merupakan milik Pertamina, sementara sisanya 33% atau 3,06 juta kiloliter di miliki oleh pihak non-Pertamina.
Peningkatan cadangan ini di harapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengantisipasi potensi gangguan pasokan di masa mendatang.**







