JAWA TIMUR, http://Eksisjambi.com– Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi. Hingga Kamis (11/12/2025) pagi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat lima kali erupsi beruntun sejak pukul 03.17 WIB dengan ketinggian kolom abu bervariasi antara 700 hingga 1.100 meter di atas puncak.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 03.17 WIB, dengan tinggi kolom abu sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat daya. Getaran seismik tercatat memiliki amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi 2 menit 42 detik.
Aktivitas vulkanik berlanjut pada pukul 06.11 WIB, di tandai lontaran abu setinggi 1.000 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan arah sebaran mengarah ke barat daya. Erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 2 menit 5 detik. Erupsi masih berlangsung saat laporan di buat.
Hanya delapan menit berselang, pada pukul 06.19 WISemeru kembali erupsi dengan kolom abu mencapai 800 meter di atas puncak. Warna dan arah kolom abu masih konsisten seperti sebelumnya. Erupsi tercatat berdurasi 1 menit 56 detik. Erupsi masih berlangsung saat laporan di buat.
Erupsi keempat terjadi pada pukul 06.33 WIB dengan tinggi kolom 700 meter, intensitas sedang, dan arah abu ke barat daya. Amplitudo maksimum masih di angka 22 mm dengan durasi sekitar 1 menit 54 detik. Erupsi masih berlangsung saat laporan di buat.
Tidak lama setelah itu, pada pukul 06.41 WIB, Semeru kembali melontarkan abu setinggi 1.100 meter, menjadi erupsi tertinggi pagi ini.
Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah barat daya. Erupsi tercatat berdurasi 2 menit 9 detik. Erupsi masih berlangsung saat laporan di buat.
PVMBG menyatakan bahwa Gunung Semeru saat ini berada pada Status Level III (Siaga), sehingga masyarakat di imbau tetap waspada dan mematuhi seluruh rekomendasi mitigasi yang telah di keluarkan, termasuk larangan beraktivitas dalam radius yang di tentukan dari kawah aktif.
Hingga berita ini di turunkan, aktivitas vulkanik masih terus di pantau secara intensif oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru. (*)






