EksisJambi.com – Indonesia semakin serius dalam membangun kemandirian teknologi pertahanan nasional. Melalui kolaborasi strategis antara PT SAS Aero Sishan (SAS), PT Dirgantara Indonesia (PTDI), dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan (Balitbang Kemhan), tengah dikembangkan sistem peluncur dan roket berpemandu kaliber 70 mm yang kini bersiap memasuki tahap uji coba.
Proyek ini merupakan kelanjutan dari pengembangan sistem peluncur roket non-pemandu yang kini ditingkatkan menjadi sistem berpemandu canggih. Sistem ini dirancang untuk dapat dipasang pada berbagai jenis kendaraan tempur, sehingga meningkatkan daya gempur dan efisiensi operasional TNI di medan perang.
Tak hanya berhenti pada pengembangan peluncur dan roket berpemandu, PT SAS Aero Sishan dan PT Dirgantara Indonesia juga memperluas lingkup kerja sama mereka dalam pengembangan roket FFAR (Folding-Fin Aerial Rocket) serta roket berpemandu “Merah Putih”. Proyek ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah dengan rencana pembangunan fasilitas produksi roket di Tasikmalaya, yang ditargetkan menjadi pabrik roket terbesar di Asia Tenggara.
Langkah strategis ini sejalan dengan visi Indonesia untuk memperkuat kemandirian alat utama sistem senjata (alutsista) nasional. Produk-produk hasil kolaborasi antara industri pertahanan dalam negeri ini nantinya akan menjadi bagian dari Program Strategis Nasional dan mendukung kesiapsiagaan serta daya gempur TNI di berbagai operasi militer.
Inisiatif ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam memperkuat industri pertahanan nasional dan menempatkan diri sebagai pemain penting dalam ekosistem pertahanan regional di kawasan Asia Tenggara.(*)







