BANGKO. EKSISJAMBI.COM – Warga masyarakat Kecamatan Tabir Ulu, Kabupaten Merangin, Jambi, bergerak bersama melakukan perbaikan ruas jalan sepanjang 3 kilometer secara swadaya. Langkah ini diambil menyusul kondisi jalan yang dinilai sudah sangat memprihatinkan, padahal jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian bagi warga Tabir Ulu maupun masyarakat Kecamatan Tabir Barat.
Melihat kondisi jalan yang memburuk dari Simpang Pasar Muara Jernih hingga ke arah Dusun Mekar Jaya, tokoh masyarakat setempat berinisiatif menggalang dana. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk menyewa alat berat serta membeli bahan material berupa koral guna perbaikan jalan.
![]()
Dua titik yang menjadi fokus utama penanganan adalah sekitar Jembatan Jernih dan Pendakian Simpang Bukit Jalutung. Di lokasi Jembatan Jernih, kerusakan jalan tergolong sangat parah. Lokasi ini juga memiliki sejarah kelam, di mana kendaraan truk milik Dinas PUPR Kabupaten Merangin yang membawa ekskavator pernah tergelincir ke sungai dan menewaskan operator yang merupakan pegawai dinas tersebut. Sementara itu, Pendakian Simpang Bukit Jalutung dikenal sebagai jalur tanjakan yang licin dan berbahaya bagi pengguna jalan.
Pengerjaan pada ruas jalan ini—yang merupakan jalur alternatif warga menuju ibu kota kabupaten—menggunakan alat berat berupa buldoser serta sejumlah dumptruck untuk mengangkut material pasir dan batu.
Bambang, yang ditunjuk sebagai bendahara kegiatan gotong royong ini menjelaskan target pengerjaan. “Sesuai kekuatan dana yang terkumpul, insya Allah perbaikan ini akan mencapai hingga ke Dusun Mekar Jaya. Hari ini kami fokus menangani titik-titik yang kerusakannya paling parah, mulai dari pendakian Jernih hingga ke pendakian Jelutung,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Tabir Ulu, Aprizal, berharap adanya kepedulian dan peran aktif masyarakat dalam menjaga jalan yang telah diperbaiki tersebut. “Perbaikan jalan dengan menggunakan alat berat dan menghabiskan dana yang cukup besar seperti ini tentunya tidak bisa dilakukan setiap saat. Oleh karena itu, kami berharap seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga jalan ini agar tetap baik dan awet,” ujar Aprizal saat meninjau kegiatan gotong royong yang dimulai pada Sabtu, 30 Mei 2026, didampingi Kepala Desa Muara Jernih.
Pada hari pertama pengerjaan, dampak positif sudah mulai terasa. Banyak kendaraan yang sudah berani melintasi jalur tersebut, yang diperkirakan memangkas waktu perjalanan hingga satu jam dari Muara Jernih menuju Kota Bangko, jika di bandingkan bila harus melewati simpang Seling Tabir.
*Bas R*







