JAKARTA – Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa Indonesia membutuhkan investasi sebesar Rp 13.032 triliun dalam periode 2025–2029 untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada tahun 2029.
Menurut Rosan, angka tersebut di susun berdasarkan perhitungan Kementerian PPN/Bappenas dan menjadi salah satu fokus utama pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini karena investasi merupakan kontributor terbesar kedua terhadap perekonomian nasional setelah konsumsi domestik.
“Investasi tidak hanya penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berperan dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan ekspor, serta memperkuat daya saing industri nasional,” ujar Rosan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/10/2025).
Rosan menegaskan, agar target tersebut tercapai, di butuhkan kerja sama yang solid antara pemerintah, sektor swasta, dan seluruh pemangku kepentingan.
Dan Ia menilai sinergi dan kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan produktif.
Meski begitu, ia juga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam peningkatan iklim investasi dan efektivitas pelaksanaan industri penanaman modal.
“Yang paling penting bukan hanya mengejar besaran angka investasi, tetapi memastikan investasi yang masuk bersifat berkualitas, berkelanjutan, dan memberi nilai tambah jangka panjang bagi perekonomian Indonesia,” tambahnya.
Pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai kebijakan hilirisasi, kemudahan perizinan, serta insentif fiskal dan nonfiskal untuk menarik lebih banyak investor strategis ke sektor-sektor prioritas, seperti energi terbarukan, manufaktur, dan teknologi.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah optimistis Indonesia akan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang kuat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkokoh posisi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi utama di kawasan Asia Tenggara.(*)







