
MERANGIN.EKSISJAMBI.COM — Pj Bupati Merangin menyambut tim penilai Sertifikasi Bebas Frambusia dari Kementrian kesehatan Republik Indonesia di Bumi Tali Undang Tambang Teliti.
Bertempat di ruang aula kantor lama Bupati Merangin pada Rabu 29/11/2023. Mengucapkan Terima kasih atas kedatangan tim penilai Eradikasi Frambusia dari kementrian kesehatan Republik Indonesia.
“Kami pemerintahan kabupaten Merangin mengucapkan trima kasih atas kehadiran tim penilai dari Kementrian kesehatan Republik Indonesia di Bumi Tali Undang Tambang Teliti dan kami menyambut baik akan adanya kegiatan atas masyarakat kita dimana masalah masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat baik secara idak langsung dapat mempengaruhi status sosial dan Ekonomi,” Ungkap Pj Bupati Merangin H. Mukti SE., ME.
Terkait Frambusia, kabupaten Merangin telah melakukan berbagai langkah, hal ini juga dijelaskan oleh orang nomor satu dalam pemerintahan di Bumi Tali Undang Tambang Teliti H. Mukti SE., ME.
“Dalam rangka membebaskan Merangin dari Frambusia, kita telah melaksanakan serangkaian upaya serveylan Frambusia aktif ke sekolah sekolah Dasar serta ketengah masyarakat,” Terang H. Mukti.
Tim penilai dari Kementrian kesehatan Republik Indonesia, Ridwan Mawaldi SKM, M. AP, saat ditanya oleh awak media terkait Frambusia menjelaska ” Menurut riwayat, diseluruh wilayah dalam Indonesia pada masa orde Lama, bahkan di masa orde barupun, penyakit Frambusia ini ada. Namun smenjak tahun sembilan puluhan penyakit ini sudah mulai tidak ada, nah oleh karena itu kami ingin memastikan lagi ketidak adanya penyakit Frambusia ini dengan turun langsung kedareah daerah,”terang Ridwan Mawaldi SKM. M. AP.
Terkait dengan penyakit Frambusia, Ridwan Mawaldi SKM. M. AP yang merupakan tim dari Kementrian kesehatan Republik Indonesia ini secara gamblang menjelaskan.
“Frambusia ini adalah penyakit yang menular, yang kebanyakan dialami oleh anak anak, Frambusia atau yang dikenal sebagai penyakit Furu, Koreng atau Tukak ini disebabkan karena faktor kebersihan, pola hidup sehat, jarang mandi, lokasi yang sulit air, serta kurangnya kebersihan lingkungan,”tutup Ridwan Mawaldi SKM. M. AP. -(Bas.R)-







