Padang, http://Eksisjambi.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap pengembangan sektor transportasi perkeretaapian di Sumatra Barat. Melalui program reaktivasi jalur kereta api yang menghubungkan Pariaman, Padang Panjang, Singkarak, Solok, Muara Kalaban hingga Sawahlunto, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp300 miliar guna membuka kembali akses transportasi yang telah lama tidak beroperasi.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat konektivitas antardaerah, menekan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Sumatra Barat.
Reaktivasi jalur kereta api ini dinilai strategis karena akan menghubungkan sejumlah pusat ekonomi, kawasan wisata, hingga sentra pertanian dan perkebunan. Dengan kembali beroperasinya jalur tersebut, distribusi barang dan mobilitas masyarakat diharapkan menjadi lebih cepat, aman, dan efisien.
Selain meningkatkan akses transportasi, proyek ini juga diyakini mampu mengurangi ketergantungan terhadap angkutan jalan raya yang selama ini menjadi moda transportasi utama di Sumatra Barat. Kehadiran kereta api akan memberikan alternatif transportasi yang lebih hemat biaya sekaligus ramah lingkungan.
Pemerintah menargetkan reaktivasi jalur kereta api tersebut dapat menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah, terutama bagi pelaku usaha kecil, petani, pedagang, serta sektor pariwisata yang tersebar di sepanjang lintasan rel.
Kawasan wisata bersejarah seperti Sawahlunto dan destinasi alam di sekitar Danau Singkarak juga diperkirakan akan memperoleh manfaat besar dari peningkatan aksesibilitas transportasi tersebut. Dengan konektivitas yang lebih baik, jumlah kunjungan wisatawan berpotensi meningkat dan berdampak positif terhadap perekonomian lokal.
Masyarakat Sumatra Barat menyambut baik rencana reaktivasi jalur kereta api tersebut. Selain membuka peluang ekonomi baru, proyek ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan selama tahap pembangunan maupun saat operasional berjalan.
Dengan dukungan anggaran sebesar Rp300 miliar yang telah disiapkan pemerintah pusat, reaktivasi jalur kereta api Pariaman–Padang Panjang–Singkarak–Solok–Muara Kalaban–Sawahlunto diharapkan menjadi langkah penting dalam membangun sistem transportasi yang terintegrasi dan berkelanjutan di Sumatra Barat.**







