Kuala Lumpur,EksisJambi.com- Ringgit Malaysia (RM) resmi mencatatkan sejarah baru dalam dunia keuangan internasional. Menurut data terbaru dari Seasia Stats yang merujuk pada laporan SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication), ringgit kini masuk dalam daftar 20 mata uang paling berpengaruh di dunia pada tahun 2025.
Mata uang resmi negara tetangga Indonesia tersebut berhasil menempati peringkat ke-20, dengan kontribusi sebesar 0,21 persen terhadap total volume transaksi keuangan internasional. Capaian ini menandai pencapaian signifikan dalam penguatan posisi ekonomi Malaysia di level global.
Analis ekonomi menyebut lonjakan penggunaan ringgit dalam transaksi global menunjukkan meningkatnya kepercayaan internasional terhadap stabilitas dan daya saing ekonomi Malaysia. Kebijakan fiskal yang stabil, peningkatan ekspor, serta integrasi keuangan yang semakin kuat menjadi faktor utama pendorong kenaikan ini.
“Masuknya ringgit dalam daftar ini menandakan bahwa Malaysia mulai dipandang sebagai pemain penting dalam perdagangan dan keuangan internasional,” kata seorang analis dari Seasia Research Group.
Berikut daftar lengkap 20 Mata Uang Paling Berpengaruh di Dunia Tahun 2025 berdasarkan volume transaksi global menurut laporan SWIFT:
1. Dolar Amerika Serikat (USD) – 49,68%
2. Euro (EUR) – 22,24%
3. Poundsterling Inggris (GBP) – 6,51%
4. Yen Jepang (JPY) – 4,03%
5. Yuan Tiongkok (CNY) – 3,50%
6. Dolar Kanada (CAD) – 3,18%
7. Dolar Hong Kong (HKD) – 1,73%
8. Dolar Australia (AUD) – 1,43%
9. Dolar Singapura (SGD) – 1,31%
10. Franc Swiss (CHF) – 0,96%
11. Krona Swedia (SEK) – 0,88%
12. Zloty Polandia (PLN) – 0,74%
13. Krone Norwegia (NOK) – 0,39%
14. Krone Denmark (DKK) – 0,39%
15. Dolar Selandia Baru (NZD) – 0,33%
16. Rand Afrika Selatan (ZAR) – 0,26%
17. Peso Meksiko (MXN) – 0,26%
18. Baht Thailand (THB) – 0,26%
19. Forint Hungaria (HUF) – 0,21%
20. Ringgit Malaysia (MYR) – 0,21%
Masuknya Ringgit dalam daftar elite ini tak hanya menjadi kebanggaan bagi Malaysia, namun juga menunjukkan bahwa Asia Tenggara kian diperhitungkan dalam sistem keuangan global. Para pengamat memperkirakan tren ini akan terus meningkat seiring berkembangnya ekonomi digital dan kerja sama perdagangan regional yang semakin erat.(*)







