NGAWI – Rumah penyanyi dangdut koplo papan atas, Denny Caknan, yang berada di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mendadak viral di media sosial. Bukan karena konser atau karya musik terbarunya, melainkan karena rumah tersebut kerap di jadikan lokasi transaksi Cash on Delivery (COD) oleh warga sekitar.
Fenomena unik ini ramai di perbincangkan setelah sejumlah video beredar di TikTok, memperlihatkan warga dan kurir paket melakukan transaksi COD tepat di depan rumah pelantun lagu Kartonyono Medot Janji tersebut. Beberapa akun TikTok seperti @dnyckn, @tetestuang, @masrey.98, dan @ud.lembumulyo turut mengunggah momen tersebut, hingga memancing beragam komentar warganet.
Menanggapi viralnya rumahnya yang “beralih fungsi” menjadi titik temu COD, Denny Caknan justru menunjukkan sikap santai. Ia tidak merasa terganggu, bahkan menganggap kejadian itu sebagai sesuatu yang lucu dan menghibur.
“Daripada ribut, mending dinikmati. Wong ini juga bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujar Denny dalam salah satu unggahan di media sosialnya.
Tak hanya itu, sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan, Denny bahkan menyediakan fasilitas WiFi di sekitar rumahnya agar warga yang melakukan transaksi COD bisa lebih mudah berkomunikasi, baik dengan penjual maupun kurir.
Langkah tersebut sontak menuai pujian dari netizen. Banyak yang menilai sikap Denny sebagai cerminan figur publik yang rendah hati dan dekat dengan masyarakat. Sebagian warganet juga menyebut kejadian ini sebagai potret unik kehidupan pedesaan yang penuh keakraban.
Denny menyebut, fenomena rumahnya di jadikan lokasi COD justru membuatnya merasa terhibur dan semakin dekat dengan lingkungan sekitar. Menurutnya, hal itu menjadi simbol kebersamaan yang jarang di temui di tengah kesibukan dunia hiburan.
“Selama tidak merugikan dan tetap tertib, saya senang saja. Bisa ketemu warga, bisa ketawa bareng,” ungkapnya.
Viralnya rumah Denny Caknan sebagai lokasi COD ini pun menambah daftar cerita unik tentang sang penyanyi, yang di kenal tak hanya lewat lagu-lagu patah hatinya, tetapi juga karena sikapnya yang sederhana dan membumi di tengah popularitas. (*)







