Eksisjambi.com, Koto Lolo- Pergelaran Kenduri Sko Desa Koto Lolo, Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh, sukses dilaksanakan pada Senin (18/07/2022). Kenduri Sko Uhang Lima Badan Perahu Desa Koto Lolo tersebut tercatat telah 25 tahun tidak dilaksanakan.
Kenduri adat kali ini dilaksanakan dengan mengusung tema “Mari Kita Bangkitkan Adat Lamo Pusako Usang Dengan Persatuan dan Kesatuan”. Pelaksanaan kenduri sko ini berjalan lancar dan sukses dari segi pelaksanaan.
Dalam kenduri sko atau kenduri adat, yang menjadi fokus dan perhatian masyarakat adalah suatu bentuk kepedulian dalam mensyukuri rahmat dan karunia yang telah dilimpahkan oleh Allah SWT. Pada saat kenduri sko berlangsung maka semua dapat membuka menutur kembali kepada generasi muda bahkan sampai kepada anak cucu nantinya agar tidak kehilangan ranji dan silsilah yang mempertautkan antar sesama
Kenduri sko memiliki keunggulan di mana ciri budayanya berupa acara penurunan dan penyucian naskah maupun benda pusaka serta pengukuhan gelar adat kepada seseorang dari lembaga adat.
Penyelenggaraan kenduri sko akan dimulai dengan prosesi adat meminta izin kepada leluhur (Ziarah) dan penyembelihan hewan kerbau, lalu pada hari berikutnya dilaksanakan gotong royong menyiapkan makanan untuk kenduri dan ritual penurunan sekaligus penyucian pusaka. Kemudian di hari terakhir akan berlangsung adat mangarak Sko, pengukuhan pemangku adat dan ditutup dengan pagelaran seni budaya lokal.![]()
Istilah Sko berasal dari kata saka yang diartikan keluarga atau leluhur dari pihak ibu. Sko secara adat terdiri dari tanah dan gelar yang dapat diberikan ibu kepada saudara laki-lakinya.
Diketahui, terdapat jejak beradaban di sepanjang sejarah nenek moyang bahwa kenduri sko bisa diartikan wajib untuk diadakan setiap daerah yang ada di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Penyelenggaraan Kenduri Sko kali inipun menjadi tanda mengawali dimulainya rangkaian kenduri adat/ atau syukuran kepada yang maha kuasa.
Kepala Desa Koto Lolo, Dedy Azwar, S.H.I, saat penyampaian sepatah kata memaparkan bahwa dalam rutinitas pelaksanaan Kenduri Sko terdapat cermin cara berperilaku masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Koto Lolo yang sangat erat dengan adat istiadatnya dan menjadi budaya sampai sekarang yaitu bahu membahu dan saling gotong royong.
“Kebudayaan gotong royong tersebut jangan sampai hilang dan mari kita sama-sama melestarikan tradisi adat yang telah ada sejak masa lampau,” kata Kades Dedy Azwar, Senin (18/07/2022).
Dedy mengatakan, Kenduri Sko Uhang Lima Badan Perahu Desa Koto Lolo telah 25 tahun tidak dilaksanakan dan kali ini kembali digelar dengan mengusung tema “Mari Kita Bangkitkan Adat Lamo Pusako Usang Dengan Persatuan dan Kesatuan”.
“Yang artinya mari kita tegakkan adat yang lama pusaka yang hampir punah dengan persatuan kesatuan,” ujarnya.(*)







