Eksisjambi.com,Bungo – Dewan Pimpinan Daerah Lumbung Informasi Rakyat (DPD LIRA) Kabupaten Bungo melaksanakan rapat Perdana konsolidasi pengurus pasca ditinggalkan oleh Bupati Lira sebelumnya (Alm) Syafrianyo yang meninggal dunia, bertempat di Dusun Tanjung Gedang, Kecamatan Pasar Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Minggu (03/02/2024).
Dalam rapat yang di gelar para pengurus Lsm Lira (Lumbung Informasi Rakyat ) Kabupaten Bungo dipimpin secara langsung oleh Bupati Lsm Lira yang baru Syafli, dan dihadiri oleh Dewan Pakar M Hafiz, Sekda Lira Kabupaten Bungo Wendri Putra Reski, bersama Wasekda serta kepala Dinas dan para kepala Bidang DPD Lsm Lira Kabupaten Bungo.
Syafli selaku Bupati Lsm Lira yang baru dalam sambutan nya mengatakan ada beberapa hal yang akan kita lakukan untuk Lsm Lira Kabupaten Bungo kedepan agar semakin maju dan semakin solid dalam organisasi.
Lanjut Syafli untuk menepis Segala isu terkait tindakan anggota Lira di lapangan yang tidak membawa surat Tugas dari organisasi maka bupati Lira yang Baru Syafli menegaskan itu bukan tindakan Anggota Lira, Melainkan Oknum yang mengatas namakan Lira, oleh sebab itu segala tindakannya Di luar tanggang jawab Lira.
“Untuk langkah awal kita akan melakukan upaya pembekalan terhadap anggota LSM LIRA di dalam menjalan kan amanah sebagai insan Lsm, yang kedua upaya mencegah anggapan-anggapan miring dari masyarakat terhadap LSM dalam menjalankan sosial control, dan yang ketiga kita juga akan mengadakan resafel terhadap beberapa orang pengurus, yang sudah tidak aktif di dalam organisasi, “Ungkap nya.
M Hafiz selaku Dewan Pakar Lsm Lira Kabupaten Bungo menyampaikan beberapa fungsi positif di dalam berorganisasi dan juga menghimbau kepada seluruh anggota agar kompak menjalankan roda organisasi secara bersama sama sesuai dengan AD ART Lira, serta untuk kedepannya agar lebih aktif lagi melaksanakan kegiatan kegiatan-kegiatan Lira yang telah disepakati bersama.
“Didalam berorganisasi kunci utama adalah kompak, kita semua berprofesi sebagai Lembaga maka dari itu asah kreatifitas dan produktifitas, tetap selalu bekerja profesional dan selalu taat pada aturan yang telah ditentukan oleh organisasi,”Tutupnya.(Wendri)







