Home / Daerah / Internasional / Nasional / Nasional / News / Sosbud

Senin, 24 Maret 2025 - 21:14 WIB

Asal Usul Pusaka Rantai Babi: Sejarah Mistik Nusantara Yang Terlupakan

Eksisjambi- Ditanah Nusantara yang kaya akan spiritual dan kepercayaan luhur, terdapat kisah tentang Pusaka Rantai Babi, sebuah benda bertuah yang konon berasal dari makhluk suci berbentuk babi.

Babi Keramat yang memiliki karomah luar biasa, Dalam berbagai catatan kuno, tertulis bahwa babi ini hidup di dalam hutan lebat dan hanya muncul di sumber sungai atau mata air yang suci untuk membersihkan dirinya agar menjadi suci.

Menurut kepercayaan spiritual, hanya dalam kondisi tertentu pusaka ini bisa diperoleh.

Saat Babi Keramat mandi di sungai atau mata air yang bersih, ia akan mengeluarkan sebuah benda berbentuk hewan kecil yang telah mengeras seperti besi. Saat terjatuh ke tanah, benda ini berbunyi seperti rantai bergemerincing, sehingga disebut “rantai babi”.

Pusaka ini dipercaya memiliki energi spiritual yang besar, mampu memberikan keberuntungan, keselamatan, dan bahkan kekuatan kebal untuk keselamatan bagi pemiliknya.

Namun, ada cara lain untuk mendapatkannya, yaitu melalui pemberian langsung dari Babi Keramat. Jika seseorang dianggap layak, makhluk suci ini akan mendekatinya dengan penuh kewibawaan dan menjatuhkan pusaka itu di hadapan mereka.

Hanya mereka yang memiliki hati yang bersih dan tidak berniat jahat yang bisa menerima pusaka ini tanpa celaka.

Legenda tentang Pusaka Rantai Babi disebutkan dalam beberapa kitab dari berbagai kerajaan di Nusantara:

Baca Juga :  Bamus DPRD Kota Sungai Penuh Lakukan Studi Banding Ke DPRD Provinsi Jambi

1. Kitab suci “Śrīwijayādharmapustaka” “Manusa tan wruh sira babi kramatan ing guha. Nalika sira wudhu aneng tirta suci, sira metu pusaka saking griwa, lan menawa menungsaning suci manggih, sira masrahaken pusaka.”

(“Manusia tidak mengetahui keberadaan babi keramat yang bersembunyi di gua. Ketika ia mandi di air suci, dari hidungnya keluar pusaka, dan jika manusia yang suci menemukannya, ia akan menyerahkan pusaka itu.”)

Dalam catatan ini, Pusaka Rantai Babi disebut sebagai warisan dari zaman keemasan Sriwijaya, diberikan kepada para pelaut yang berani dan berbakti kepada dewa-dewa lautan.

2. Kitab Suci: “Serat Wahanatama” “Ana babi ing wana kang ora kena disembelih. Yen manungsa kesah ing margi rahayu, babi bakal paring pusaka ingkang awujud lelembut kencana.”

(“Ada babi di hutan yang tidak boleh dibunuh. Jika manusia berjalan di jalan yang benar, babi itu akan memberikan pusaka berbentuk makhluk kecil yang telah mengeras.”)

Dalam Kitab Serat Wahanatama, pusaka ini disebut sebagai benda suci yang hanya bisa didapat oleh mereka yang menolak kekerasan dan hidup dengan penuh welas asih.

3. Kitab Suci: “Tatakng Bulau”

“Nayo’ babi jaringa, tatakng bulau iya. Maju nyawa, ngan iya ngama tatakng iya.”

(“Babi itu adalah penjaga, pusakanya adalah anugerah. Jika seseorang memilikinya, maka hidupnya akan selamat.”)

Baca Juga :  Tampilkan Tarian Asli Kerinci di PWN PTK XVI Kontingen IAIN Kerinci Raih Prestasi dan Penghargaan

Dalam kepercayaan suku Dayak, pusaka ini melambangkan perlindungan dari roh hutan dan keberanian dalam menghadapi musuh.

4. Kitab Suci: “La Galiga Rantaya”

“Iya sang babi alekmu, magka napasingang pusaka puang-mata, petta pitu patala pangngai.”

(“Babi itu adalah makhluk suci, dan dari hidungnya keluar pusaka yang diberkahi oleh para leluhur.”)

Dalam versi Bugis-Makassar, pusaka ini dipercaya sebagai lambang keturunan raja-raja yang mendapatkan perlindungan dari makhluk gaib.

Pantangan pemilik rantai babi:

• Dilarang membunuh babi – Membunuh babi dianggap sebagai penghianatan terhadap makhluk suci yang memberikan pusaka ini.

• Tidak boleh makan daging babi – Konsumsi daging babi akan membuat pusaka kehilangan energinya dan mendatangkan bencana bagi pemiliknya.

• Takut terhadap minyak babi – Jika pemilik pusaka ini terkena minyak babi, maka kekuatan pusaka akan melemah dan bisa menghilang.

Jika pantangan ini dilanggar, pemiliknya akan mengalami penyakit kulit yang gatal tak tertahankan, yang tidak bisa disembuhkan dengan pengobatan biasa.

Cara untuk menyembuhkannya adalah mengembalikan pusaka tersebut ke mata air tempat ia ditemukan atau mencari babi keramat lainnya untuk mendapatkan pengampunan.

Apakah Anda percaya dengan keberadaan Pusaka Rantai Babi?

#Misteri #RantaiBabi #mistik #Ghaib #pusaka

Share :

Baca Juga

Daerah

Sambangi APP Sinar Mas, Puluhan Pelajar Jepang Belajar Industri Kertas di Riau
Ojol

Daerah

Wacana Aplikasi Ojol Milik Negara Kembali Mengemuka

Daerah

Wawako Antos Hadiri Pembukaan BEFH 2022
Tol Tangerang–Merak Segmen Cilegon Timur–Cilegon Barat

Daerah

Gelar ULFO Penambahan Lajur ke-3 Tol Tangerang–Merak Segmen Cilegon Timur–Cilegon Barat

Advertorial

Ketua DPRD Lendra Wijaya Hadiri Peringatan HARDIKNAS 2024

Advertorial

Pemuda Sungai Penuh Tembus Kampus Top Dunia

Daerah

Bupati H.Adirozal Kembali Salurkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran di 2 Desa

Advertorial

DPRD Provinsi Jambi Siap Bantu Masyakat Betung Soal Konflik Lahan