Eksisjambi.com- Indonesia terus menunjukkan tajinya di sektor pertanian dan hasil sumber daya alam lainnya, Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2023, total nilai ekspor gabungan dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai Rp552,4 triliun. Angka ini melonjak hampir 30 persen dibandingkan nilai ekspor pada tahun 2022.
Komoditas unggulan Indonesia seperti kelapa sawit, kopi, kakao, karet, rempah-rempah, dan berbagai hasil hortikultura menjadi penyumbang utama peningkatan nilai ekspor ini.
Negara-negara tujuan ekspor terbesar di antaranya adalah Tiongkok, India, Amerika Serikat, Belanda, dan beberapa negara Timur Tengah.
“Ini bukan hanya angka, Ini bukti bahwa jika dikelola dengan teknologi dan kebijakan yang tepat, sektor pertanian Indonesia bisa menjadi kekuatan ekonomi besar,” ujar analis pertanian pada Selasa (29/7/2025).
Indonesia memang dikenal sebagai produsen utama dunia dalam beberapa komoditas tropis. Kelapa sawit, misalnya, menyumbang lebih dari 50 persen kebutuhan pasar global. Sementara itu, komoditas lain seperti kopi dan rempah juga memiliki daya saing tinggi di pasar internasional.
Pemerintah melalui berbagai kementerian terus mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas melalui program modernisasi pertanian, pelatihan petani, dan ekspansi pasar ekspor dan Tidak hanya itu, pemanfaatan teknologi digital dalam pertanian cerdas (smart farming) juga mulai diterapkan di berbagai daerah.
“Petani Indonesia harus didukung dengan teknologi dan akses pasar yang lebih luas, Jika itu dilakukan secara konsisten, kita tidak hanya akan menjadi lumbung pangan nasional, tapi juga pemain global,” tambahnya.
Kebangkitan sektor pertanian juga berdampak pada kesejahteraan petani dan perluasan lapangan kerja di daerah pedesaan dan Ini menunjukkan bahwa pembangunan berbasis agraria masih sangat relevan di tengah tantangan krisis global dan perubahan iklim.(*)







