Eksisjambi, com. Tanjab Timur – Beredar rumor pemberitaan disalah satu media Detektifspionase. com terkait kerusakan jalan yang berada di Parit 7 Dusun Duri 2 Desa Pangkal Duri, Kecamatan Mendahara diduga adanya intimidasi dan pengancaman dari Pemdes sama sekali itu tidak benar.,
Dalam hal ini Kepala Desa Pangkal Duri, Abdul Wahab ketika dikonfirmasi awak media ini menjelaskan, kerusakan jalan tersebut pada dasarnya dari pemerintah desa telah berupaya semaksimal mungkin melakukan perbaikan. Hanya saja berdampak terjadinya curah hujan beberapa waktu lalu, kalau pun kita paksakan untuk perbaikan hasilnya kan sia- sia makanya kita tunggu duluh cuaca panas dan pekerjaan akan kita lanjutkan kembali.
Lanjut Kades menuturkan, bahwa pekerjaan jalan tersebut dari titik Puskesmas hingga menuju arah PT. Borneo lebih kurang 5 kilometer, tentunya dalam perbaikan yang kita lakukan dari Pemerintah Desa melakukan kerja sama.
“kepada pihak perusahaan terutama dalam menggunakan alat, selaku kepala Desa tetap berupaya yang terbaik demi untuk kepentingan masyarakat, apalagi jalan tersebut merupakan jalan akses yang kerap dilalui warga,” terangnya.
Adapun postingan jalan rusak oleh warga setempat tetap kita tanggapi, bukan berarti adanya intimidasi atau pengancaman dari pihak Pemdes, itu sama sekali tidak benar, melainkan memberikan masukan bahwa jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah daerah. Disamping itu pula perbaikan tetap menjadi tanggung jawab kita selaku pemerintah desa.
” Selaku pemerintah desa, berharap ada upaya kerja sama yang baik, terutama dalam pembangunan yang ada di Desa Pangkal Duri, namun dalam hal ini perlu kita sampaikan bahwa pekerjaan jalan tetap kita lanjutkan,” ujar Kades.
Terpisah dikatakan Sekdes Pangkal Duri Ronal bahwa jalan yang rusak di sepanjang jalan parit 7 mengarah ke PT BBS merupakan jalan Pemda dan wewenang Pemda, kami selaku pihak Pemdes sama sekali tidak melakukan intimidasi baik berupa tekanan maupun ancaman.
” Kita hanya ingin informasi yang di muat ke media itu berimbang dan melakukan konfirmasi terlebih dahulu, agar masyarakat tidak gagal paham mengenai steadmen yang beredar, kita selaku pihak pemdes selalu berupaya mengajukan perbaikan dan pembangunan kepada pihak kabupaten baik itu dalam forum musrembang kecamatan maupun ketika dewan di dapil 3 turun reses, intinya pemdes tetap berupaya melakukan perbaikan apalagi jalan tersebut merupakan sarana jalan penghubung yang kerap dilalui warga hingga anak – anak yang ingin menimba ilmu disekolah,” pungkasnya. (Mul).







