EksisjambiI.com – Fenomena alam unik yang di kenal sebagai Hari Tanpa Bayangan atau Kulminasi Utama II kembali akan menyapa sejumlah wilayah di Indonesia pada bulan September ini dan Pada momen ini, Matahari berada tepat di atas kepala sehingga bayangan benda tegak seakan “menghilang”.
Kulminasi, atau di sebut juga transit atau istiwa’, adalah saat Matahari mencapai titik tertingginya di langit. Fenomena ini terjadi ketika deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat Akibatnya, bayangan benda tegak lurus tampak hilang karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.
Fenomena ini hanya berlangsung sesaat, biasanya beberapa menit, namun selalu di nantikan oleh masyarakat dan para pengamat astronomi.
Hari Tanpa Bayangan muncul karena bidang rotasi Bumi tidak sejajar dengan bidang revolusi Bumi dan Hal ini membuat posisi Matahari, jika di lihat dari Bumi, seolah bergeser antara 23,5° Lintang Utara hingga 23,5° Lintang Selatan sepanjang tahun. Pergerakan ini di kenal dengan istilah gerak semu harian Matahari.
Pada tahun 2025, fenomena kulminasi sudah terjadi di Pontianak pada 20 Maret pukul 11.50 WIB dan akan kembali pada 23 September pukul 11.35 WIB. Selain itu, Matahari juga sempat berada di titik balik Utara pada 21 Juni dan akan mencapai titik balik Selatan pada 21 Desember 2025 pukul 22.02 WIB mendatang.
Menariknya, di Indonesia fenomena ini sering di jadikan penanda musim pancaroba, yakni peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, atau sebaliknya. Itulah sebabnya Hari Tanpa Bayangan tidak hanya bernilai astronomis, tetapi juga penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat agraris.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis jadwal kulminasi utama di sejumlah kota besar:
Medan : 15 September 2025, pukul 12.18 WIB, Padang : 18 September 2025, pukul 12.15 WIB, Jakarta : 21 September 2025, pukul 11.42 WIB, Bandung : 22 September 2025, pukul 11.39 WIB, Yogyakarta : 23 September 2025, pukul 11.33 WIB, Surabaya : 25 September 2025, pukul 11.28 WIB, Denpasar : 26 September 2025, pukul 12.20 WITA, Makassar : 30 September 2025, pukul 11.44 WITA, Pontianak : 23 September 2025, pukul 11.35 WIB
Fenomena ini bisa di amati langsung dengan mudah. Cukup letakkan benda tegak lurus seperti tongkat atau botol di ruang terbuka. Saat puncak kulminasi, bayangan benda tersebut akan “lenyap.(*)







