Home / News

Minggu, 17 Agustus 2025 - 10:28 WIB

Ironi Pajak Indonesia, Miskin Menanggung Beban Lebih Besar

Oplus_131072

Oplus_131072

Oleh : Asep Suherman 

Jakarta, Eksisjambi.com – Hasil riset terbaru Center of Economic and Law Studies (Celios) kembali memantik perdebatan publik terkait keadilan sistem perpajakan di Indonesia. Direktur Kebijakan Fiskal Celios, Media Wahyudi Askar, mengungkapkan bahwa kelompok masyarakat miskin justru membayar pajak dengan persentase penghasilan yang lebih besar dibandingkan orang super kaya.

“Kalau kita lihat berdasarkan persentase pendapatan, masyarakat miskin itu membayar lebih banyak secara persentase untuk pajak ketimbang orang super kaya,” ujar Media Wahyudi Askar dalam peluncuran riset Celios bertajuk Jangan Menarik Pajak Seperti Berburu di Kebun Binatang di Jakarta.

Baca Juga :  Kode Redeem EXP dan Reset Stats Resmi Dirilis Awal Tahun 2026

Menurut Media, fenomena ini merupakan ironi besar yang menyoroti ketimpangan fiskal di Indonesia. Beban pajak yang lebih berat justru menimpa kelompok rentan, sementara kelompok berpendapatan tinggi memiliki lebih banyak ruang untuk menghindari atau meminimalkan beban pajak melalui berbagai skema legal.

Temuan ini sekaligus mempertegas perlunya reformasi pajak yang lebih adil dan berpihak kepada kelompok masyarakat bawah. Media menekankan, pemerintah harus mengevaluasi struktur perpajakan nasional agar tidak memperlebar jurang ketimpangan sosial dan ekonomi.

Baca Juga :  Pemkot dan DPRD Kota Sungai Penuh Lakukan Sidak Pangan di Pasar Tanjung Bajure

“Reformasi pajak harus memastikan adanya keadilan fiskal. Jangan sampai sistem yang ada justru menekan kelompok miskin yang seharusnya dilindungi negara,” tambahnya.

Riset Celios ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan bagi pemerintah serta pemangku kebijakan fiskal dalam merancang aturan pajak yang lebih progresif dan berkeadilan sosial.(*)

 

Share :

Baca Juga

Harga Pangan Jelang Ramadan

Daerah

Pemkot Sungai Penuh dan BPN Cek Harga Pangan Jelang Ramadhan

Daerah

Paripurna DPRD Kota Sungai Penuh Beragenda Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden
Transformasi Budaya Kerja

Daerah

Pemerintah Terapkan Kebijakan Transformasi Budaya Kerja dan Efisiensi Energi Mulai 1 April 2026

Advertorial

Cegah Stunting,Pemkab Merangin Luncurkan Program Stunting Talkshow

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Borong Tiga Penghargaan HARGANAS ke-33 Tahun 2026

Daerah

Rupiah Melemah ke Rp17.933 per Dolar AS pada Pembukaan Perdagangan 
Batik Jambi

Advertorial

Batik Jambi: Mampukah Menjadi Kompetitor Estetik Dunia di Era Digital?

Daerah

Walikota Alfin Apresiasi Bakti Sosial Sunatan Massal ke-13 Kerukunan Keluarga Minang Kerinci Jakarta