Oleh : Asep Suherman
Jakarta, Eksisjambi.com – Hasil riset terbaru Center of Economic and Law Studies (Celios) kembali memantik perdebatan publik terkait keadilan sistem perpajakan di Indonesia. Direktur Kebijakan Fiskal Celios, Media Wahyudi Askar, mengungkapkan bahwa kelompok masyarakat miskin justru membayar pajak dengan persentase penghasilan yang lebih besar dibandingkan orang super kaya.
“Kalau kita lihat berdasarkan persentase pendapatan, masyarakat miskin itu membayar lebih banyak secara persentase untuk pajak ketimbang orang super kaya,” ujar Media Wahyudi Askar dalam peluncuran riset Celios bertajuk Jangan Menarik Pajak Seperti Berburu di Kebun Binatang di Jakarta.
Menurut Media, fenomena ini merupakan ironi besar yang menyoroti ketimpangan fiskal di Indonesia. Beban pajak yang lebih berat justru menimpa kelompok rentan, sementara kelompok berpendapatan tinggi memiliki lebih banyak ruang untuk menghindari atau meminimalkan beban pajak melalui berbagai skema legal.
Temuan ini sekaligus mempertegas perlunya reformasi pajak yang lebih adil dan berpihak kepada kelompok masyarakat bawah. Media menekankan, pemerintah harus mengevaluasi struktur perpajakan nasional agar tidak memperlebar jurang ketimpangan sosial dan ekonomi.
“Reformasi pajak harus memastikan adanya keadilan fiskal. Jangan sampai sistem yang ada justru menekan kelompok miskin yang seharusnya dilindungi negara,” tambahnya.
Riset Celios ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan bagi pemerintah serta pemangku kebijakan fiskal dalam merancang aturan pajak yang lebih progresif dan berkeadilan sosial.(*)







