SUNGAI PENUH,http://Eksisjambi.com – Pemerintah Kota Sungai Penuh melalui Dinas Sosial bergerak cepat memberikan bantuan darurat kepada warga yang terdampak musibah ledakan tabung gas di Desa Aur Duri kecamatan pondok tinggi kota sungai penuh.
Langkah ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus respons cepat pemerintah dalam membantu masyarakat yang mengalami musibah.
Bantuan tersebut di serahkan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kota Sungai Penuh, Elma Sufentri, S.E., M.Si., di dampingi Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Farya D. Putra, S.IP., M.Eng., bersama jajaran staf Dinas Sosial, pendamping sosial, serta perwakilan Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh, Yetri Emi, S.Pd. dan Tuti Herlina.
Penyaluran bantuan di lakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan mendesak korban sekaligus memberikan dukungan moral kepada keluarga yang terdampak agar dapat segera bangkit dan menjalani proses pemulihan.
Kepala Dinas Sosial Kota Sungai Penuh, Elma Sufentri, mengatakan pemerintah daerah akan terus hadir memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, terutama ketika menghadapi kondisi darurat maupun bencana.
“Bantuan ini di harapkan dapat meringankan beban keluarga yang terdampak serta membantu proses pemulihan pasca musibah. Pemerintah Kota Sungai Penuh berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat,” ujar Elma.
Selain menyerahkan bantuan, tim juga melakukan koordinasi dengan pendamping sosial dan pihak terkait guna memastikan kondisi korban serta kebutuhan lanjutan yang di perlukan dapat segera di tindaklanjuti.
Respons cepat ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat. Sinergi antara Dinas Sosial, Tim Penggerak PKK, pendamping sosial, dan berbagai pihak di harapkan mampu memberikan dukungan nyata bagi warga yang sedang menghadapi musibah.
Pemerintah Kota Sungai Penuh juga mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dalam penggunaan tabung gas dan peralatan memasak di rumah guna meminimalkan risiko terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari.*







