Eksisjambi.com – Dua pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 16 TNI Angkatan Udara sukses melaksanakan misi Close Air Support (CAS) untuk membuka jalan bagi operasi pendaratan amfibi dalam rangkaian Latihan Gabungan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2025 di Dabo Singkep, Kepulauan Riau berapa hari lalu.
Kehadiran unsur udara TNI AU menjadi faktor kunci dalam menjamin air superiority sekaligus memberikan perlindungan penuh bagi unsur laut dan pasukan pendarat.
Dalam misi tersebut, F-16 Fighting Falcon TNI AU terbang berdampingan dengan empat pesawat tempur F-35 Lightning II Royal Australian Air Force (RAAF), pesawat intai maritim Boeing 737 TNI AU, serta P-8 Poseidon US Navy, Kehadiran unsur lintas negara ini menegaskan pentingnya sinergi kekuatan udara dalam mengawal jalannya latihan amfibi berskala besar.
Pelaksanaan CAS menuntut ketepatan tinggi agar serangan udara mampu melumpuhkan target tanpa membahayakan pasukan sendiri.
Didukung oleh unsur Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (ISR) dari Boeing 737-200 TNI AU serta P-8 Poseidon Angkatan Laut AS, misi berhasil memastikan jalannya pendaratan amfibi secara aman dan terkendali.
Keunggulan udara yang di tunjukkan oleh F-16 Skadron Udara 16 TNI AU menjadi penentu keberhasilan operasi, sekaligus membuka jalan bagi unsur laut untuk melaksanakan manuver pendaratan.
Setelah dominasi udara tercapai, unsur laut gabungan yang terdiri dari KRI John Lie-358, KRI Makassar-590, USS John Finn, dan kapal amfibi JS Osumi milik Angkatan Laut Jepang (JMSDF) bergerak melaksanakan pendaratan pasukan.
Kehadiran armada multinasional tersebut menegaskan bahwa operasi amfibi hanya dapat berjalan efektif bila perlindungan udara sudah sepenuhnya di kuasai.
Aksi F-16 dalam SGS 2025 kembali menunjukkan peran strategis TNI Angkatan Udara sebagai garda terdepan kekuatan udara Indonesia.
Hal ini selaras dengan semangat AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis) yang terus di gelorakan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M.
Partisipasi aktif TNI AU dalam latihan gabungan ini mencerminkan kesiapan menghadapi operasi lintas matra sekaligus komitmen Indonesia untuk memperkuat stabilitas keamanan kawasan Indo-Pasifik melalui kerja sama pertahanan multilateral.(*)






