New York – Situasi di Laut Mediterania memanas setelah Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mengumumkan langkah bersama Italia untuk mengirim kapal perang guna mengawal Global Sumud Flotilla yang tengah berlayar menuju Gaza.
Dalam konferensi pers di New York pada Rabu (24/9), Sanchez menegaskan bahwa keputusan ini di ambil karena terdapat warga negara Spanyol yang ikut berada di dalam armada tersebut.
“Kami memiliki tanggung jawab untuk melindungi warga kami dan memastikan misi kemanusiaan ini tidak di ganggu,” ujarnya.
Global Sumud Flotilla terdiri dari sekitar 50 kapal sipil dari berbagai negara, Armada ini membawa aktivis, relawan kemanusiaan, serta bantuan medis dan logistik dengan tujuan menembus blokade laut Israel di Jalur Gaza.
Namun, perjalanan flotilla tersebut tidak berlangsung mulus, Laporan menyebutkan bahwa kapal-kapal sipil itu sempat di serang oleh 12 drone tak di kenal di wilayah perairan internasional dan Hingga kini, belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa, namun beberapa kapal di laporkan mengalami kerusakan.
Langkah Spanyol dan Italia ini di perkirakan akan menambah dinamika ketegangan di kawasan, Israel hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi terkait keterlibatan dua negara Eropa tersebut dalam pengawalan flotilla.
Keberangkatan Global Sumud Flotilla sendiri menjadi sorotan dunia, mengingat aksi serupa sebelumnya kerap berujung pada insiden militer yang memicu kecaman internasional.(*)







