Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:54 WIB

Hak Waris Dalam Islam Perintah Langsung Allah yang Wajib Dipatuhi

hak waris Islam

hak waris Islam

Jakarta,http://Eksisjambi.com  – Hukum waris dalam Islam atau yang dikenal dengan Ahkām al-Mawārits merupakan salah satu bab penting dalam syariat Islam yang mengatur pembagian harta peninggalan seseorang setelah meninggal dunia. Aturan ini tidak hanya menyangkut harta, tetapi juga menyentuh aspek keadilan, amanah, dan ketaatan kepada Allah SWT.

Dalam Islam, pembagian warisan bukanlah persoalan adat atau kesepakatan keluarga semata, melainkan perintah langsung dari Allah SWT yang telah ditegaskan dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah An-Nisa ayat 7, 11, 12, dan 176.

Para ulama menegaskan bahwa hukum waris merupakan ketentuan syariat yang bersifat pasti dan mengikat. Karena itu, pembagian warisan tidak boleh didasarkan pada kebiasaan keluarga, rasa tidak enak, ataupun perjanjian yang bertentangan dengan syariat.

Hak waris adalah hak yang telah ditentukan Allah dan tidak boleh diputuskan secara sembarangan oleh manusia.

Islam mengajarkan keadilan, bukan sekadar kesamaan. Dalam ketentuan waris, anak laki-laki memperoleh dua bagian dibanding anak perempuan satu bagian. Hal ini bukan bentuk diskriminasi, melainkan cerminan tanggung jawab yang berbeda.

Baca Juga :  Orasi Ilmiah Mahfud MD di Fakultas Hukum UNJA, Soroti Dinamika Hukum Indonesia

Laki-laki memiliki kewajiban menafkahi keluarga, istri, dan anak-anaknya. Oleh karena itu, perbedaan bagian waris justru menunjukkan keadilan dan hikmah syariat Islam.

Dalam Ahkām al-Mawārits, ahli waris terbagi dalam tiga golongan utama:

  • Nasab (keturunan): anak, cucu dari anak laki-laki, orang tua, saudara, kakek dan nenek.
  • Wala’: hubungan karena memerdekakan budak (jarang berlaku saat ini).

Setiap ahli waris memiliki bagian yang telah ditentukan secara rinci oleh Allah SWT, menunjukkan kesempurnaan syariat Islam yang tidak meninggalkan satu hak pun.

Tidak semua orang otomatis berhak menerima warisan. Dalam Islam, terdapat beberapa penghalang waris, di antaranya:

  • Membunuh pewaris.
  • Perbedaan agama (menurut jumhur ulama).
  • Status perbudakan (tidak berlaku di masa sekarang).

Ketentuan ini menegaskan bahwa syariat Islam sangat menjunjung tinggi keadilan, keamanan, dan nilai moral.

Pembagian warisan tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa. Dalam fikih Islam, terdapat urutan yang wajib diselesaikan terlebih dahulu, yaitu:

  • Biaya kafan dan pemakaman.
  • Pelunasan utang pewaris.
  • Pelaksanaan wasiat (maksimal sepertiga harta).
  • Barulah harta dibagikan kepada ahli waris.
  • Urutan ini wajib dipahami agar tidak terjadi pelanggaran hak.
  • Menunda Pembagian Waris Termasuk Kedzaliman
Baca Juga :  Masuk Hari Ke-5, Tim SAR Gabungan Perluas Area Pencarian Orang Hilang di Ambai Kerinci

Fenomena menunda pembagian warisan masih sering terjadi di tengah masyarakat. Ada keluarga yang menahan warisan bertahun-tahun, bahkan menyembunyikan harta peninggalan.

Padahal, Nabi Muhammad SAW melarang keras mengambil atau menahan hak orang lain. Menunda pembagian warisan tanpa alasan syar’i termasuk perbuatan zalim, dan dosanya akan terus mengalir hingga hak tersebut ditunaikan.

Hikmah Besar Syariat Waris

Syariat waris mengandung hikmah yang sangat besar, di antaranya:

  1. Menghindari konflik dan permusuhan dalam keluarga.
  2. Menjaga agar harta tidak dikuasai oleh satu pihak saja.
  3. Melindungi hak perempuan dan anak-anak.
  4. Menjaga keharmonisan keluarga dengan prinsip keadilan.

Aturan ini menjadi bukti bahwa Islam mengatur kehidupan manusia secara menyeluruh, seimbang, dan penuh rahmat.

Bab Ahkām al-Mawārits mengajarkan bahwa warisan bukan sekadar urusan harta, melainkan amanah dan bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Dengan memahami dan menerapkannya, keluarga akan terjaga dari perselisihan dan ketidakadilan.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

HUT Ke-15 Kota Sungai Penuh Menggelar Kenduhai & Expo Spektakuler
penyucian diri, tasawuf Islam, zikir tauhid, sifat Ilahi, Zat Ilahi, makrifatullah, penyucian hati, ilmu dan arif, cahaya Ilahi, fana fillah, hakikat tauhid, perjalanan spiritual, hikmah Islam, ajaran Rasulullah

Daerah

Memahami Makna Penyucian Diri, Jalan Menuju Sifat dan Zat Ilahi
20 Daftar Beasiswa yang Bisa Diikuti Anak PNS Tanpa SKTM.

Daerah

20 Daftar Beasiswa yang Bisa Diikuti Anak PNS Tanpa SKTM
Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani

Bangko

Wagub Sani Hadiri Hari Santri Nasional Tahun 2025 di Merangin

Daerah

ZONTES 155 Tampil di Jakarta Fair 2026, Hadir dengan Teknologi Premium 

Daerah

Harga Emas Hari Ini 16 Juli 2026 Turun Rp14.307, Harga Dunia Masih Bertahan di Atas US$4.000 per Ounce
Polda Jambi

Daerah

Polda Jambi Ikuti Vicon Kapolri, Pastikan Kesiapan Pengamanan Libur Idulfitri 1447 H

Hukum

Tak Terima Namanya di Beritakan Bendaharawan Korcam Laris Layangkan Ancaman