Makassar, http://Eksisjambi.com – Kehadiran fitur AI Overview yang menyajikan ringkasan informasi langsung di halaman pencarian di nilai mengancam eksistensi trafik media daring. Pasalnya, pengguna kini bisa memperoleh inti informasi tanpa perlu mengklik tautan berita, sehingga berpotensi menurunkan jumlah pembaca ke situs media.
Kekhawatiran tersebut mengemuka dalam sebuah workshop jurnalistik bertema kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang di gelar di Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini di ikuti puluhan jurnalis dari berbagai media lokal dan nasional yang beroperasi di wilayah Sulsel.
Dalam workshop tersebut, para jurnalis di dorong untuk tidak memandang AI semata-mata sebagai ancaman atau sekadar mesin pembuat konten. Sebaliknya, AI harus di kuasai sebagai alat bantu verifikasi, riset data, dan pendalaman informasi guna meningkatkan kualitas karya jurnalistik.
Pemateri menjelaskan, fitur seperti AI Overview mampu merangkum berbagai sumber informasi secara instan, namun tidak selalu menjamin akurasi, konteks, dan kedalaman. Di sinilah peran jurnalis tetap krusial, yakni melakukan konfirmasi, verifikasi lapangan, serta menghadirkan sudut pandang yang berimbang dan bernilai tambah bagi publik.
“AI bisa membantu mempercepat riset awal, membaca data besar, hingga melacak jejak digital. Tapi keputusan editorial, verifikasi fakta, dan etika jurnalistik tetap berada di tangan jurnalis,” ujar salah satu narasumber dalam sesi diskusi.
Workshop ini juga menekankan pentingnya adaptasi media daring di tengah perubahan ekosistem digital. Media di dorong untuk memperkuat jurnalisme mendalam (in-depth reporting), liputan eksklusif, serta analisis yang tidak bisa di gantikan oleh ringkasan otomatis berbasis AI.
Selain itu, peserta di bekali pemahaman tentang penggunaan AI secara etis, termasuk risiko hoaks, bias algoritma, dan potensi plagiarisme jika AI di gunakan tanpa kontrol yang ketat.
Melalui kegiatan ini, di harapkan jurnalis di Sulawesi Selatan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi AI secara cerdas dan bertanggung jawab, sehingga tetap relevan dan berdaya saing di tengah tantangan penurunan trafik media daring akibat perubahan perilaku konsumsi informasi masyarakat.**







