Jakarta,http://Eksisjambi.com – PT Pindad bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi menandatangani perjanjian kerja sama riset pengembangan material laras senjata berbasis baja paduan dalam rangkaian kegiatan BRIN Goes to Industry, Kemarin,. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Jakarta.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad, Prima Kharisma, bersama Kepala Pusat Riset Metalurgi BRIN, Ika Kartika. Kerja sama ini dinilai strategis dalam upaya mengakselerasi hilirisasi riset sekaligus memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional (indhan).
Kerja sama tersebut berfokus pada riset dan pengembangan material laras senjata berbasis baja paduan. Laras merupakan komponen utama dalam senjata api yang harus memiliki ketahanan tinggi terhadap tekanan ledakan serta gesekan peluru saat ditembakkan. Pengembangan material dalam negeri diharapkan mampu meningkatkan kualitas sekaligus mengurangi ketergantungan impor bahan baku strategis.
Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Hendrian, menyampaikan bahwa penandatanganan kerja sama ini menjadi bagian dari kolaborasi strategis BRIN dengan berbagai mitra industri.
“Hari ini merupakan momen penandatanganan kerja sama strategis antara BRIN dengan berbagai pihak. Selanjutnya akan ada penandatanganan antara BRIN dengan PT Len Industri (Persero), PT Pindad, PT Pasifik Satelit Nusantara, PT Chroma International, dan PT Nuon Digital Indonesia bersama Asosiasi Game Indonesia. Kami berharap berbagai kerja sama ini dapat mengakselerasi hilirisasi menuju kemandirian industri strategis nasional,” ujar Hendrian.
Sementara itu, Sekretaris Utama BRIN, Nur Tri Aries Suestiningtyas, yang mewakili Kepala BRIN, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang terlibat dalam penguatan ekosistem riset dan inovasi nasional.
“Kami menyampaikan permohonan maaf dari Kepala BRIN yang sedianya hadir namun berhalangan karena agenda mendesak. Kami juga mengapresiasi seluruh mitra industri, perguruan tinggi, dan asosiasi insinyur profesional atas kerja samanya dalam hilirisasi dan komersialisasi riset inovasi di bidang industri mineral, industri proses, industri pertahanan, maupun industri nuklir,” jelasnya.
Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad, Prima Kharisma, menegaskan bahwa kolaborasi dengan BRIN bukanlah yang pertama kali dilakukan. Sebelumnya, kedua institusi telah bekerja sama dalam pengembangan teknologi modifikasi cuaca dan Roket Rhan 122 yang telah menjadi produk nyata.
“Kerja sama ini bersifat strategis karena di Indonesia belum ada yang memproduksi material laras secara mandiri. Pindad mendapatkan manfaat besar dari kolaborasi ini. Saat ini Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk senjata Pindad sudah mencapai 60–70 persen. Ke depan, hasil riset material laras dalam negeri diharapkan dapat meningkatkan capaian tersebut secara lebih maksimal,” ungkap Prima.
Melalui kerja sama ini, PT Pindad dan BRIN memperkuat sinergi antara industri pertahanan dan lembaga riset nasional dalam penguasaan teknologi material strategis. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi hasil riset menjadi produk industri serta mendukung terwujudnya kemandirian industri pertahanan nasional yang berdaya saing global.**







