http://Eksisjambi.com – Nama Daffana Nabilah kembali menjadi perbincangan publik. Sosok yang di kenal dengan julukan “Sultan Muda Sidoarjo” itu viral berkat aksi kedermawanannya membagikan 1.500 porsi takjil setiap sore selama bulan Ramadan.
Kegiatan berbagi tersebut rutin di gelar di depan kediamannya yang megah di Perumahan Puri Suryajaya, Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sejak beberapa tahun terakhir, Daffa sapaan akrabnya secara konsisten mengadakan pembagian takjil bagi warga sekitar maupun pengguna jalan yang melintas.
Antusiasme masyarakat pun terlihat tinggi. Setiap sore menjelang waktu berbuka puasa, ratusan warga sudah memadati area sekitar lokasi pembagian takjil. Tak hanya warga setempat, pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas juga ikut merasakan manfaat dari kegiatan sosial tersebut.
Berbeda dari takjil pada umumnya yang identik dengan makanan sederhana, menu yang di bagikan Daffa kerap di sebut “mewah” dan di luar ekspektasi. Paket takjil yang di bagikan biasanya terdiri dari makanan berat lengkap, minuman segar, hingga aneka kudapan premium.
Hal inilah yang membuat aksinya semakin viral di media sosial. Banyak warganet mengapresiasi langkah Daffa yang tidak hanya berbagi dalam jumlah besar, tetapi juga memperhatikan kualitas makanan yang di berikan.
Bagi Daffa, kegiatan ini bukan sekadar ajang berbagi, melainkan bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap sesama, khususnya di bulan suci Ramadan.
Daffana Nabilah merupakan putri dari Hj. Mawa Wahyu Ningsei, pengusaha sukses di bidang travel umrah dan haji melalui perusahaan Ebat Wisata. Bisnis tersebut telah di kenal luas sebagai salah satu penyedia layanan perjalanan ibadah yang cukup di perhitungkan.
Selain turut membantu mengembangkan bisnis keluarga, Daffa juga aktif mengelola sejumlah usaha mandiri. Ia di ketahui menjalankan bisnis kuliner melalui Kafe Kunokini yang berlokasi di Surabaya, serta mengelola sektor properti.
Kombinasi latar belakang keluarga pengusaha dan kiprah bisnisnya sendiri membuat Daffa mendapat julukan “Sultan Muda Sidoarjo.” Meski demikian, ia di kenal tetap rendah hati dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial.
Aksi berbagi takjil ini bukan kali pertama di lakukan. Setiap Ramadan, Daffa rutin menggelar kegiatan serupa dengan jumlah porsi yang tidak sedikit. Konsistensi inilah yang membuat masyarakat menilai kegiatan tersebut bukan sekadar pencitraan, melainkan wujud komitmen sosial yang nyata.
Warga sekitar pun berharap kegiatan berbagi ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dan menjadi inspirasi bagi kalangan muda lainnya untuk turut peduli terhadap sesama.
Di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah, aksi sederhana namun berdampak luas seperti ini menjadi bukti bahwa berbagi dapat di lakukan oleh siapa saja, dengan cara dan kapasitas masing-masing.**







