Bukittinggi, http://Eksisjambi.com – Pemerintah Kota Bukittinggi terus mematangkan persiapan peringatan satu abad berdirinya ikon kebanggaan masyarakat Sumatra Barat, Jam Gadang.
Momen bersejarah tersebut akan di kemas secara meriah melalui ajang International Minangkabau Literacy Festival 2026 (IMLF-4) yang berlangsung pada 3 hingga 21 Juni 2026 di kawasan pelataran Jam Gadang dan Pasar Atas, Kota Bukittinggi.
Perayaan bertaraf internasional ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya, literasi, dan pariwisata Bukittinggi ke panggung dunia.
Pemerintah daerah menargetkan festival tersebut mampu menarik perhatian wisatawan mancanegara sekaligus memperkuat posisi Bukittinggi sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan bahwa penyelenggaraan IMLF-4 tidak hanya berfokus pada perayaan usia 100 tahun Jam Gadang, tetapi juga menjadi sarana promosi budaya Minangkabau kepada masyarakat internasional.
“Ada 20 rangkaian kegiatan yang di mulai awal Juni hingga puncak seremoninya pada 21 Juni 2026. Sebanyak 36 delegasi dan duta besar dari beragam negara asing di jadwalkan hadir langsung,” ujar Ramlan Nurmatias, Kamis (28/5/2026).
Mengusung tema “100 Years of Jam Gadang – From Literacy to Legacy”, festival ini akan di ikuti oleh 259 delegasi dari 36 negara di berbagai belahan dunia. Negara-negara yang di pastikan berpartisipasi antara lain Inggris, Jerman, Amerika Serikat, Jepang, Palestina, serta sejumlah negara lainnya di Asia, Eropa, Afrika, dan Timur Tengah.
Para peserta terdiri dari pelaku seni pertunjukan, akademisi, sastrawan dunia, pegiat literasi, hingga pembicara seminar kebudayaan yang akan berbagi gagasan dan pengalaman dalam berbagai forum internasional.
Panitia telah menyiapkan beragam kegiatan menarik yang akan mewarnai perayaan satu abad Jam Gadang. Sejumlah agenda utama yang menjadi daya tarik festival di antaranya:
- Pameran buku dan peluncuran 100 judul buku baru.
- Pembuatan kaligrafi dan aksi melukis (live painting) sepanjang 100 meter.
- Parade 1.000 perempuan mengenakan busana adat Minangkabau.
- Penanaman 100 pohon secara simbolis sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
- Jam Gadang Fun Run yang di targetkan di ikuti 2.000 peserta dari berbagai daerah.
Selain itu, berbagai pertunjukan seni tradisional, seminar kebudayaan, diskusi literasi internasional, serta pameran produk ekonomi kreatif juga akan di gelar selama festival berlangsung.
Pemerintah Kota Bukittinggi optimistis pelaksanaan IMLF-4 akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian daerah. Kehadiran ratusan delegasi internasional dan ribuan wisatawan di perkirakan mampu meningkatkan okupansi hotel, menggerakkan sektor transportasi, serta mendongkrak omzet pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Efek berganda (multiplier effect) dari kegiatan tersebut di harapkan dapat di rasakan secara langsung oleh masyarakat, khususnya para pelaku usaha di sektor kuliner, kerajinan tangan, perdagangan, dan ekonomi kreatif.
Perayaan 100 tahun Jam Gadang juga menjadi simbol perjalanan sejarah panjang Bukittinggi sebagai salah satu kota wisata dan pusat kebudayaan Minangkabau yang di kenal luas di tingkat nasional maupun internasional. Melalui festival ini, pemerintah berharap warisan budaya dan nilai-nilai literasi yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau dapat terus di wariskan kepada generasi mendatang sekaligus di kenal lebih luas oleh masyarakat dunia.
Dengan rangkaian kegiatan yang meriah dan partisipasi puluhan negara, peringatan satu abad Jam Gadang di proyeksikan menjadi salah satu agenda budaya internasional terbesar yang pernah di selenggarakan di Kota Bukittinggi. Sumber: Pemerintah Kota Bukittinggi**







