Taheran, Iran – Siaran televisi nasional menayangkan foto-foto Pemimpin Tertinggi Iran dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an sebagai latar, di sertai pita hitam di sudut layar sebagai tanda duka. Dalam siaran tersebut, penyiar membacakan pernyataan resmi Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran yang mengonfirmasi wafatnya pemimpin negara itu akibat serangan militer di wilayah Teheran.
Pernyataan tersebut menyebut kematian itu sebagai “syahid” dan menegaskan bahwa peristiwa ini akan menjadi pemicu “kebangkitan dalam perjuangan melawan para penindas.” Dewan keamanan nasional juga menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan yang di sebut sebagai operasi gabungan.
Menurut keterangan resmi, sejumlah anggota keluarga dekat turut menjadi korban dalam serangan tersebut, termasuk seorang putri, menantu, dan cucu. Otoritas menyatakan proses identifikasi korban telah di lakukan dan keluarga besar negara akan di makamkan dengan penghormatan kenegaraan.
Pemerintah Iran menyebut langkah-langkah balasan tengah di persiapkan dan akan di umumkan melalui jalur resmi. Di saat yang sama, aparat keamanan meningkatkan status siaga di berbagai titik strategis, sementara otoritas menyerukan ketenangan publik serta persatuan nasional menghadapi eskalasi situasi regional yang kian memanas.**







