Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Sabtu, 18 April 2026 - 08:40 WIB

Target 34 PLTSa di 34 Kota, Pemerintah Genjot Solusi Krisis Sampah Nasional

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta, http://Eksisjambi.com –  Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pembangunan 34 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di 34 kota pada periode 2026 hingga 2027. Program ini menjadi langkah strategis dalam mengatasi krisis sampah nasional yang kian mengkhawatirkan.

Kebijakan tersebut di ambil menyusul proyeksi bahwa hampir seluruh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Indonesia akan mengalami overkapasitas paling lambat pada tahun 2028 apabila tidak di lakukan penanganan serius dan terintegrasi.

Program pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy (WtE) ini di perkuat dengan regulasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Selain itu, program ini juga mendapat dukungan penuh dari Prabowo Subianto melalui inisiatif nasional Gerakan Indonesia ASRI yang bertujuan menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah.

Baca Juga :  Prabowo Komitmen Tanam Dana Rp16 Triliun untuk Hutan Brasil, Indonesia Diingatkan Jaga Hutan Sendiri

Pembangunan PLTSa tidak hanya di fokuskan pada pengurangan volume sampah, tetapi juga di arahkan untuk menghasilkan energi listrik sebagai sumber energi alternatif. Skema ini di nilai mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yakni persoalan lingkungan dan kebutuhan energi berkelanjutan.

Salah satu contoh implementasi proyek ini dapat di lihat pada fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Benowo. Fasilitas tersebut mampu mengolah hingga 1.600 ton sampah per hari, baik sampah baru maupun timbunan lama.

Selain menghasilkan listrik, pengembangan teknologi waste to fuel juga tengah di gencarkan. Teknologi ini memungkinkan konversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak terbarukan setara diesel melalui proses pirolisis.

Baca Juga :  Prabowo Ungkap Timbunan 40.000 Ton Monasit di Bangka Belitung, Nilai Ekonomi Capai Rp128 Triliun

Dengan kapasitas produksi mencapai 60 hingga 70 kiloliter per hari, teknologi waste to fuel di nilai memiliki potensi besar dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus mengurangi timbunan sampah plastik yang sulit terurai.

Pemerintah optimistis, melalui pengembangan PLTSa dan inovasi teknologi pengolahan sampah, Indonesia dapat menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Meski demikian, implementasi proyek ini tetap menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kebutuhan investasi besar, kesiapan teknologi, hingga dukungan pemerintah daerah dan masyarakat.

Namun, dengan komitmen kuat pemerintah pusat serta dukungan regulasi yang jelas, program PLTSa di harapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi krisis sampah nasional sekaligus mendorong transisi menuju energi bersih di Indonesia.**

Share :

Baca Juga

Mobile Legends Terbaru

News

Kode Redeem Mobile Legends: Bang Bang Terbaru 4 April 2026
Presiden Rusia Vladimir Vladimirovich Putin.

Internasional

Presiden Putin Tegaskan Rusia Capai Tujuan Lewat Kekuatan Militer

Daerah

ERNI PELITAWATI,SPd.,MM Kepala Sekolah SDN 005/XI Sungai Penuh Mengucapkan Selamat

Daerah

Para Kiyai Berikan Doa Restu dan Dukungan Untuk Menangkan Dilla Hich – Muslimin Tanja

Advertorial

Wako Ahmadi Beri Kuliah Kepemimpinan Diera Digital Ke – STIA Nusa

Daerah

PEMKAB KERINCI BELUM MILIKI TEMPAT KARANTINA PASIEN REAKTIF RAPID TES

Daerah

Dies Natalis Ke-19 SMKN 2 Tebo Gelar Expo Tahun 2023-2024
Jalan Tol Jambi Rengat

Internasional

Pembangunan Tol Jambi – Rengat Diperkirakan Baru Dimulai 2027