Home / Daerah / Internasional / Kerinci / Kota Sungai Penuh / Nasional / News / Religi

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:22 WIB

Bedug Raksasa Masjid Agung Pondok Tinggi, Warisan Budaya Bersejarah Sakti Alam Kerinci

SUNGAI PENUH, http://Eksisjambi.com – Di tengah kawasan bersejarah di Kota Sungai Penuh, berdiri sebuah peninggalan budaya yang masih terjaga hingga kini. Bedug raksasa di Masjid Agung Pondok Tinggi menjadi salah satu simbol sejarah, tradisi, dan kehidupan religius masyarakat Kerinci sejak lebih dari satu abad lalu.

Bedug berukuran luar biasa ini memiliki panjang lebih dari lima meter, menjadikannya salah satu bedug tradisional terbesar di wilayah Sumatera. Keberadaan bedug tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penanda waktu shalat, tetapi juga menjadi alat komunikasi tradisional yang dahulu di gunakan masyarakat untuk mengumpulkan warga dalam berbagai kegiatan penting.

Bedug raksasa ini merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah Masjid Agung Pondok Tinggi yang mulai di bangun secara gotong royong oleh masyarakat pada 1 Juni 1874. Proses pembangunan masjid tersebut berlangsung cukup lama hingga akhirnya rampung pada awal abad ke-20.

Baca Juga :  Dinsos Kota Sungai Penuh Berikan Fasilitas Dasar bagi Orang Terlantar Asal Bandung

Sejak masa itu, bedug telah menjadi bagian penting dari aktivitas keagamaan dan sosial masyarakat di kawasan Pondok Tinggi. Dentuman bedug tidak hanya menandakan masuknya waktu salat, tetapi juga sering di gunakan untuk memberi tanda adanya pertemuan adat, musyawarah kampung, hingga peristiwa penting lainnya di tengah masyarakat Kerinci.

Selain nilai sejarahnya, bedug ini juga mencerminkan kuatnya tradisi kebersamaan masyarakat Kerinci pada masa lalu. Sebelum berkembangnya teknologi komunikasi modern, bunyi bedug menjadi sarana efektif untuk memanggil warga berkumpul di masjid atau balai adat.

Hingga kini, keberadaan bedug tersebut tetap di jaga sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Masyarakat setempat masih mempertahankan tradisi memukul bedug dalam berbagai kegiatan keagamaan, terutama pada momen-momen penting seperti bulan Ramadan, perayaan hari besar Islam, dan kegiatan adat.

Baca Juga :  Pj. Bupati Asraf Berikan Santunan kepada Keluarga PMI yang Meninggal di Malaysia

Masjid Agung Pondok Tinggi sendiri di kenal memiliki keunikan arsitektur tradisional. Bangunan masjid tersebut di bangun menggunakan teknik konstruksi kayu tanpa menggunakan paku besi. Sistem sambungan kayu yang di gunakan menunjukkan keahlian tinggi para tukang pada masa itu.

Kombinasi antara arsitektur tradisional, nilai religius, serta keberadaan bedug raksasa menjadikan masjid ini tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai situs budaya yang menyimpan sejarah panjang masyarakat Kerinci.

Kini, bedug dan masjid tersebut menjadi salah satu warisan budaya penting yang patut di jaga dan di lestarikan, sekaligus menjadi daya tarik sejarah dan religi bagi masyarakat maupun pengunjung yang datang ke Kota Sungai Penuh.**

Share :

Baca Juga

Polda Jambi berhasil menangkap DPO kasus narkotika

Daerah

Polisi Tangkap DPO Kasus Narkotika di Tanjab Barat, Enam Orang Diamankan

Advertorial

Wagub Sani Hadiri Serah Terima Jabatan Kepala LPP TVRI Stasiun Jambi

Daerah

Gawat Dugaan Pungli…Musim Kemarau di Salah Satu SMAN Kota Sungai Penuh Merajalela

Advertorial

DPRD Jambi Nyatakan Multiyears Islamic Center Sesuai Spesifikasi, Ivan Wirata: Sudah Klir, Lanjut Pekerjaan Interior 2025

Advertorial

Horee!!…Presiden Jokowi Bakal Kunjungi Kota Sungai Penuh dan Kerinci

Bangko

Dandim 0420/Sarko Dua Hari Berturut-turut Turun Langsung Tinjau Lokasi Banjir Serta Berikan Bantuan

Kota Sungai Penuh

Paslon Nomor Urut 02 Fikar-Yos, Usung Visi Kota Sungai Penuh “MADANI”

Daerah

Taman AYLA Hadirkan Mesin Busa Baru, Sensasi Mandi Busa Kini Lebih Seru di Kerinci