Home / Daerah / Kota Sungai Penuh / Nasional / News / Religi

Senin, 30 Maret 2026 - 18:12 WIB

Tradisi Pelepasan CJH Depati Payung Pondok Tinggi Kota Sungai Penuh

Tradisi Pelepasan Jamaah Haji di Kota Sungaipenuh

Tradisi Pelepasan Jamaah Haji di Kota Sungaipenuh

Kota Sungai Penuh,http://Eksisjambi.com  – Masyarakat wilayah adat Depati Payung, Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh, kembali melaksanakan tradisi pelepasan Calon Jemaah Haji (CJH) yang sarat nilai budaya dan religius. Tradisi ini di gelar melalui kenduri adat yang melibatkan seluruh elemen masyarakat sebagai bentuk doa dan dukungan bagi para jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci.

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dengan rangkaian kegiatan doa bersama, parno adat yang di sampaikan oleh tokoh adat, serta lantunan irama khas Tale Naik Joi yang menggugah suasana haru. Kegiatan ini juga di lengkapi dengan hidangan khas berupa nasi ibat, yang di nikmati bersama oleh masyarakat dalam suasana kebersamaan.

Sebanyak 32 Calon Jemaah Haji di lepas dalam tradisi tersebut. Kehadiran masyarakat yang memadati lokasi acara mencerminkan kuatnya solidaritas dan semangat gotong royong dalam mendukung para jemaah menjalankan rukun Islam kelima.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Tanjab Barat Menggelar Reses di Desa Pematang Lumut

Kenduri adat ini di laksanakan di Masjid Agung Pondok Tinggi, salah satu masjid bersejarah di wilayah tersebut. Selain sebagai simbol rasa syukur kepada Allah SWT, kegiatan ini juga menjadi momentum doa bersama agar seluruh calon jemaah haji di berikan kesehatan, kelancaran dalam beribadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin.SH menyampaikan apresiasi atas pelestarian tradisi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada calon jemaah haji, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Baca Juga :  DPRD Kota Sungai Penuh Setujui APBDP 2022 & 3 Raperda

Hal senada di sampaikan tokoh masyarakat Pondok Tinggi, Harpendi Johar, yang menilai tradisi ini memiliki makna mendalam sebagai warisan budaya yang harus terus di jaga. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga serta memberikan dukungan moral bagi para jemaah.

Tradisi pelepasan CJH di wilayah Depati Payung Pondok Tinggi telah di laksanakan sejak tahun 2007 dan terus di wariskan secara turun-temurun. Hingga kini, tradisi tersebut tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan, doa, dan harapan bagi para calon jemaah haji.**

 

Share :

Baca Juga

News

Realisasi Program Dumisake Jambi Mantap Tahun 2022

Advertorial

AL HARIS: Hibah Tanah Wujud Dukungan Pemprov Jambi Pada Kejaksaan

Advertorial

Gubernur Alharis Akan Kembalikan Kejayaan Sepak Bola Jambi

Daerah

Kadis Kominfo Jambi Jalin Silaturahmi dengan Wawako Pariaman

Daerah

Bupati Monadi Terima Penghargaan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI

Internasional

Warga Jawa Barat Ciptakan Motor Berbasis AI
Ilmu Saefi Mahabah

Artikel

Ilmu Saefi Mahabah, Warisan Karuhun untuk Pengasihan dan Keharmonisan Hidup

Daerah

Gubernur Alharis Apresiasi Inisiatif Pembangunan Masjid Al Mujahidin Koto Majidin