Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:40 WIB

Kisah Menyentuh tentang Khusyuk dalam Shalat: Allah Menilai Usaha, Bukan Kesempurnaan

Oplus_131072

Oplus_131072

Ngaji, Eksisjambi.com   – Dalam sebuah majelis yang hening dan penuh ketenangan, terselip kisah menyentuh tentang pergulatan batin seorang sahabat dalam menjaga kekhusyukan shalat. Kisah ini kembali mengingatkan umat tentang luasnya kasih sayang Allah SWT serta hakikat ibadah yang tidak selalu harus sempurna.

Di ceritakan, seorang sahabat duduk dengan wajah tertunduk dan tubuh yang tampak lemah. Jemarinya saling meremas, seolah menahan beban yang berat. Dengan suara bergetar dan nyaris tak terdengar karena menahan tangis, ia mengungkapkan kegelisahannya kepada Rasulullah SAW.

“Wahai Rasulullah, aku sangat malu… Shalatku sering kehilangan khusyuk. Pikiranku melayang entah ke mana. Aku takut Allah menolakku. Apakah shalat yang compang-camping ini tetap ada harganya di mata Allah?” ujarnya lirih.

Pertanyaan itu membuat suasana majelis seketika sunyi. Para sahabat lainnya terdiam, seakan merasakan kegelisahan yang sama dalam diri mereka.

Baca Juga :  Bupati tanjab Barat Melepas Keberangkatan 171 Santri Ponpes Datuk Syekh Ismail Nagara

Namun, respons Rasulullah SAW justru penuh kelembutan. Beliau tidak menghakimi, melainkan menatap sahabat tersebut dengan penuh empati. Dalam momen yang mengharukan, air mata pun mengalir di pipi beliau. Tangisan itu bukan karena kelemahan, melainkan bentuk kasih sayang yang mendalam terhadap umatnya yang berjuang melawan godaan dalam ibadah.

Dengan suara yang bergetar namun menenangkan, Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah tetap melihat setiap usaha hamba-Nya. Gangguan dalam shalat, jelas beliau, adalah bagian dari godaan setan yang berusaha mengalihkan fokus manusia dari ibadahnya.

“Jika engkau menyerah dan meninggalkan shalat hanya karena tidak khusyuk, maka saat itulah setan menang,” pesan beliau.

Beliau kemudian menambahkan bahwa setiap kali seorang hamba tersadar dan berusaha kembali fokus kepada Allah di tengah shalatnya, pada saat itulah Allah menyambutnya dengan kasih sayang.

Baca Juga :  Monadi-Murison kembali Mengukuhkan Ribuan Tim Pemenangan 5 Desa di Kecamatan Gunung Kerinci 

Mendengar hal itu, sahabat tersebut tak kuasa menahan tangis. Ia tersungkur, di liputi rasa haru dan kelegaan. Ia memahami bahwa Allah tidak menuntut kesempurnaan, melainkan kesungguhan dalam berusaha mendekatkan diri.

Pesan dari kisah ini menjadi pengingat kuat bagi umat Islam yang sering merasa tidak sempurna dalam beribadah. Bahwa perjuangan melawan distraksi dalam shalat adalah bagian dari nilai ibadah itu sendiri.

Kisah ini di sarikan dari mutiara nasihat dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, yang banyak membahas tentang hakikat ibadah, keikhlasan, serta luasnya rahmat Allah SWT terhadap hamba-Nya.

Pada akhirnya, pesan utama yang dapat di ambil adalah sederhana namun mendalam: jangan berhenti shalat hanya karena merasa belum khusyuk. Justru dalam usaha untuk kembali fokus itulah, terdapat bukti cinta seorang hamba kepada Tuhannya.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Wabup Ami Taher dan Sekda Asraf Serahkan Bantuan Sembako di Desa Pungut Mudik
Polres Merangin

Bangko

Polres Merangin Keluarkan Himbauan Kamtibmas Sambut Malam Tahun Baru 2026

Bangko

Peduli Kesejahteraan Mitra Pengemudi, Maxim Bersama Polres Muara Bungo Gelar Kegiatan Cek Kesehatan Gratis

Advertorial

Bupati Tanjung Jabung Barat Irup Peringatan Hari Perhubungan Nasional 2024

Advertorial

Gubernur Al Haris : Kenduri Swarnabhumi Edukasi Mengali Sejarah Sungai Batanghari

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Pimpin Langkah Strategis untuk Peningkatan SDM Melalui Kesepakatan dengan PPSDM Migas

Advertorial

PJ.Asraf Ikuti Kegiatan Tanam Pohon Bersama Kapolres Kerinci
Piala Asia Futsal

Daerah

Ukir Sejarah Timnas Futsal Indonesia Tembus Final Piala Asia