Home / Daerah / Internasional / Nasional

Senin, 18 Mei 2026 - 18:58 WIB

Rupiah Melemah, Pengusaha Mulai Naikkan Harga Barang Secara Bertahap

Oplus_131072

Oplus_131072

Rupiah Melemah, Pengusaha Mulai Naikkan Harga Barang Secara Bertahap

Jakarta,  – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai berdampak pada dunia usaha. Sejumlah pengusaha dilaporkan menaikkan harga barang secara bertahap untuk menjaga kelangsungan bisnis.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Erwin Aksa mengatakan, kenaikan biaya produksi terjadi akibat melemahnya rupiah dan memanasnya konflik di Timur Tengah.

Menurut Erwin, kondisi tersebut memberi tekanan besar terhadap arus kas perusahaan dan margin usaha. Terutama bagi industri yang masih bergantung pada impor bahan baku, komponen, mesin produksi, serta pembayaran dalam dolar AS.

Baca Juga :  Bupati Dillah Hich Tekankan Budayakan Lestari Minat Baca Menuju Generasi Cerdas

“Dalam kondisi seperti ini, sebagian pelaku usaha mulai melakukan penyesuaian harga jual secara bertahap untuk menjaga keberlangsungan usaha,” ujar Erwin.

Ia menjelaskan, beberapa sektor usaha yang paling terdampak adalah manufaktur, makanan dan minuman, farmasi, tekstil, elektronik, hingga otomotif. Industri-industri tersebut masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor.

Meski demikian, pengusaha juga tidak bisa menaikkan harga terlalu tinggi. Sebab, kondisi daya beli masyarakat saat ini masih menjadi perhatian utama.

“Namun ruang untuk menaikkan harga juga tidak besar karena daya beli masyarakat masih menjadi perhatian,” katanya.

Baca Juga :  Bea Cukai dan BAIS TNI Bongkar Sindikat Pita Cukai Ilegal di Jateng

Karena itu, banyak perusahaan memilih melakukan efisiensi operasional untuk mengurangi tekanan biaya. Langkah yang dilakukan antara lain memangkas pengeluaran non-prioritas, melakukan lindung nilai atau hedging, serta meningkatkan penggunaan bahan baku lokal.

Erwin menilai penggunaan produk dalam negeri menjadi salah satu cara untuk mengurangi dampak fluktuasi kurs dolar AS terhadap biaya produksi.

Pelaku usaha berharap nilai tukar rupiah dapat kembali stabil agar aktivitas industri dan distribusi barang tetap berjalan lancar di tengah ketidakpastian ekonomi global.**

Share :

Baca Juga

POSBAKUM

Advertorial

Wabup H.Murison Hadiri Sosialisasi Pembentukan POSBAKUM Desa-Kelurahan

Daerah

Bupati H.Adirozal lantik 150 Kepala Desa Terpilih secara virtual.

Advertorial

Pj.Bupati Kerinci Dampingi Waka Polda Jambi Tinjau Lokasi Ketahanan Pangan

Daerah

Dilla – Muslimin Tak Terbendung Lagi Unggul di 11 Kecamatan

Daerah

Dimalam Nisfu syahban,Anak Jantan Anak Batino Desa Terutung Doakan Kesuksesan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kerinci 
Gubernur Jambi Alharis

Advertorial

Gubernur Al Haris Komitmen Tingkatkan Pendidikan Di Provinsi Jambi

Advertorial

Pimpin Apel ASN Muaro Jambi, Gubernur Alharis Singgung Kedisiplinan & Gaya Hidup

Advertorial

Kapolres Tebo Pimpin Upacara Sertijab dan Pelepasan Purna Bhakti Personil Polres Tebo