Jawa, Eksisjambi.com – Warga di berbagai wilayah Pulau Jawa di buat heboh setelah menyaksikan sebuah benda langit bercahaya terang melintas pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 21.20 WIB. Selain cahaya yang tampak jelas di langit malam, sebagian warga juga melaporkan mendengar suara dentuman beberapa saat setelah kemunculan benda tersebut.
Berdasarkan karakteristik yang di amati, fenomena tersebut di duga merupakan meteor yang memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sangat tinggi. Saat melintas, meteor terlihat memancarkan cahaya berwarna hijau kebiruan sebelum berubah menjadi oranye hingga merah, lalu menghilang karena habis terbakar di atmosfer.
Perubahan warna tersebut merupakan fenomena yang umum terjadi pada meteor. Warna hijau kebiruan di duga berasal dari unsur logam seperti magnesium dan nikel yang berpijar akibat suhu sangat tinggi ketika bergesekan dengan atmosfer Bumi.
Seiring meteor kehilangan kecepatan dan materialnya semakin habis terbakar, warna cahayanya berubah menjadi oranye hingga merah sebelum akhirnya padam sepenuhnya.
Selain cahaya terang, sejumlah warga juga melaporkan mendengar suara dentuman. Fenomena ini di duga merupakan sonic boom atau gelombang kejut yang terjadi ketika meteor melaju dengan kecepatan supersonik di atmosfer.
Karena cahaya bergerak jauh lebih cepat daripada suara, masyarakat terlebih dahulu melihat meteor melintas di langit. Sementara itu, suara dentuman baru terdengar beberapa saat setelah meteor terlihat.
Hingga berita ini di tulis, belum ada laporan mengenai adanya material meteor yang jatuh ke permukaan Bumi maupun dampak kerusakan akibat peristiwa tersebut.
Salah satu rekaman video yang memperlihatkan meteor melintas berhasil di abadikan oleh Sinta, warga Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Video tersebut memperlihatkan cahaya terang melesat di langit malam sebelum akhirnya menghilang, dan kini ramai beredar di media sosial.
Fenomena meteor seperti ini tergolong alami dan umumnya tidak berbahaya, karena sebagian besar materialnya akan habis terbakar saat memasuki atmosfer Bumi sehingga tidak mencapai permukaan.*







