Kerinci, http://Eksisjambi.com – Rencana kunjungan kerja pejabat pusat ke wilayah Sakti Alam Kerinci kembali batal terlaksana. Kondisi tersebut memunculkan kekecewaan dan pertanyaan dari sebagian masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, mengingat persiapan penyambutan sebelumnya telah di lakukan secara matang oleh pemerintah daerah bersama berbagai pihak.
Informasi batalnya kunjungan kerja tersebut menjadi sorotan karena di sebut bukan kali pertama terjadi. Sejumlah warga menilai, sudah tiga kali rencana kedatangan pejabat pusat ke Kerinci gagal di realisasikan, meskipun jadwal dan rundown kegiatan sebelumnya telah beredar luas.
Salah seorang warga Kerinci dan Kota Sungai Penuh yang enggan di sebutkan namanya mengatakan, masyarakat sebenarnya sangat antusias menyambut kedatangan pejabat negara, terlebih jika kunjungan tersebut dapat membawa perhatian lebih terhadap pembangunan di daerah.
“Sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden Joko Widodo hingga rencana kunjungan Wakil Presiden Gibran, masyarakat selalu berharap bisa menyambut langsung kedatangan pemimpin negara ke Kerinci. Namun beberapa kali rencana tersebut gagal terlaksana,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai persiapan telah di lakukan oleh pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat hingga warga. Semua pihak di sebut telah menyiapkan penyambutan dengan penuh harapan agar kunjungan tersebut membawa dampak positif bagi kemajuan daerah.
“Masyarakat sudah sangat gembira dan bersiap menyambut. Pemerintah daerah, aparat, tokoh masyarakat dan warga sudah bekerja maksimal. Namun akhirnya kembali batal dengan alasan yang di nilai belum memuaskan masyarakat,” katanya.
Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih kepada Kerinci dan Kota Sungai Penuh, mengingat wilayah tersebut memiliki potensi besar di bidang pariwisata, pertanian, budaya, dan sumber daya alam.
Di sisi lain, muncul dugaan dari sebagian masyarakat bahwa ada pihak tertentu yang berupaya menghambat kunjungan pejabat tinggi negara ke daerah tersebut. Namun hingga kini belum ada bukti maupun keterangan resmi yang menguatkan dugaan tersebut.
“Kalau memang ada pihak yang sengaja menghambat, tentu sangat di sayangkan. Kerinci adalah bagian dari Indonesia yang juga berhak mendapatkan perhatian dan kunjungan dari pemimpin nasional,” ungkap warga tersebut.
Masyarakat berharap rencana kunjungan pejabat pusat ke Kerinci dan Kota Sungai Penuh ke depan dapat benar-benar terealisasi, sehingga daerah yang di kenal dengan julukan Sakti Alam Kerinci ( Sekepal Tanah Surga) itu semakin mendapat perhatian dalam pembangunan nasional.
Hingga berita ini di terbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah pusat terkait alasan pasti batalnya kunjungan kerja tersebut.*







