Astronomi,http://Eksisjambi.com – Dunia akan menyaksikan salah satu fenomena astronomi paling langka pada 2 Agustus 2027, ketika Gerhana Matahari Total (GMT) di perkirakan menjadi gerhana total terlama yang dapat di amati di daratan sepanjang abad ke-21.
Fenomena yang di juluki sebagai “gerhana abad ini” tersebut di prediksi menghadirkan durasi kegelapan yang sangat panjang di sejumlah wilayah. Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah Kota Mekah, Arab Saudi, di mana jalur totalitas akan melintas tepat di kawasan Ka’bah.
Saat fase totalitas berlangsung pada siang menuju sore hari, piringan Matahari akan tertutup sepenuhnya oleh Bulan selama sekitar lima menit, sehingga suasana Kota Suci yang biasanya terang benderang berubah menjadi gelap layaknya senja.
Selain Mekah dan Jeddah di Arab Saudi, jalur Gerhana Matahari Total juga akan melintasi Spanyol bagian selatan, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, hingga Mesir.
Sementara itu, Kota Luxor, Mesir, di perkirakan menjadi lokasi terbaik untuk menyaksikan fenomena tersebut. Di wilayah ini, fase totalitas di prediksi berlangsung hingga 6 menit 23 detik, menjadikannya salah satu durasi gerhana terpanjang yang dapat di saksikan dari daratan pada abad ini.
Durasi yang luar biasa tersebut terjadi karena posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam konfigurasi yang hampir sempurna. Kombinasi ini membuat bayangan Bulan menutupi Matahari lebih lama di bandingkan gerhana-gerhana besar sebelumnya, termasuk yang terjadi pada 2024 dan 2026.
Ilmuwan Program Gerhana NASA, Kelly Korreck, menjelaskan bahwa Gerhana Matahari Total selalu menjadi peristiwa istimewa karena ukuran dan jarak Bulan dari Bumi hampir tepat untuk menutupi Matahari secara sempurna.
Saat fase totalitas terjadi, langit akan berubah gelap, suhu udara dapat turun hingga sekitar 10 derajat Celsius, dan pengamat berkesempatan melihat korona Matahari, yaitu lapisan atmosfer terluar Matahari yang biasanya tidak terlihat karena tertutup cahaya Matahari yang sangat terang.
Tak hanya itu, beberapa planet dan bintang terang juga dapat tampak di langit siang selama beberapa menit sebelum cahaya Matahari kembali muncul.
Meski menjadi fenomena yang menakjubkan, para ahli mengingatkan masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan saat mengamati gerhana. Melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata.
Karena itu, pengamatan hanya boleh di lakukan menggunakan kacamata gerhana bersertifikat ISO 12312-2 selama fase sebagian. Matahari hanya aman di lihat tanpa pelindung ketika memasuki fase totalitas, dan pelindung harus kembali di gunakan begitu cahaya Matahari mulai muncul kembali.
Fenomena Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2027 di perkirakan akan menjadi salah satu peristiwa astronomi paling spektakuler dalam beberapa dekade mendatang dan di pastikan menarik perhatian ilmuwan, fotografer, serta jutaan pengamat langit dari berbagai negara.*







