Home / Bangko / Daerah / News

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:08 WIB

Selamatkan Geopark Merangin, Pemkab Merangin Laksanakan Rakor Sapu Bersih PETI di Kawasan Geopark Digelar

Eksisjambi.com.Bangko – Pemerintah Kabupaten Merangin mempertegas komitmennya dalam menjaga kelestarian situs warisan dunia dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), khususnya di zona Geopark Merangin.

Rakor yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Bupati Merangin pada Rabu 15/7/2026 ini di hadiri langsung oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta berbagai pihak terkait lainnya.

Dalam arahannya, Bupati Merangin M. Syukur menegaskan bahwa penyelamatan lingkungan dan aset daerah dari kerusakan akibat aktivitas ilegal menjadi prioritas utama pemerintah saat ini.

“Pemkab Merangin bersama tim lintas sektor berkomitmen penuh untuk memberantas aktivitas PETI, terutama yang berada di kawasan Geopark, aset-aset milik Pemda, dan seluruh kawasan wisata,” ujar M. Syukur di hadapan para peserta rakor.

Baca Juga :  Kuliah Umum di UNJA, Gubernur Al Haris Ajak Mahasiswa Jadi Agen Pencegah Karhutla

Untuk merealisasikan komitmen tersebut, Pemkab Merangin telah menyiapkan skema penanganan yang komprehensif. Upaya ini memadukan tindakan tegas di lapangan dengan pendekatan humanis yang melibatkan seluruh elemen masyarakat secara berkelanjutan.

Langkah pertama di fokuskan pada penegakan hukum lintas instansi. Pemerintah daerah akan bersinergi erat dengan aparat penegak hukum dari TNI dan Polri untuk memperketat ruang gerak para pelaku penambangan ilegal. Sinergi ini di wujudkan melalui pengawasan ketat dan patroli berkala di titik-titik rawan kawasan Geopark.

Selain memantau lapangan secara rutin, tim gabungan juga siap mengambil tindakan tegas dengan memberikan sanksi hukum tanpa pandang bulu, baik kepada para pekerja di lapangan maupun para pemodal yang menjadi aktor intelektual di balik aktivitas PETI tersebut.

Baca Juga :  Hutan di Kaki Gunung Kerinci Terus Terluka 2,3 Hektare Dirambah Sejak 2022

Di sisi lain, Pemkab Merangin juga mengedepankan pendekatan edukatif dan sosialisasi secara persuasif guna membangun kesadaran kolektif masyarakat.

Melalui langkah ini, pemerintah memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dampak jangka panjang kerusakan lingkungan akibat penggunaan zat kimia berbahaya seperti merkuri.

Penggunaan bahan kimia ini di nilai sangat fatal karena tidak hanya meracuni ekosistem air, tetapi juga berpotensi merusak situs fosil purba yang menjadi aset tak ternilai di kawasan Geopark.

Melalui sinergitas pertahanan lingkungan yang memadukan ketegasan hukum dan edukasi ini, Pemkab Merangin berharap warisan Geopark yang telah di akui dunia dapat terus lestari hingga di nikmati oleh generasi mendatang. /Sumber.Kominfo/. ****

Share :

Baca Juga

M7 MLBB 2026

Internasional

M7 World Championship MLBB 2026 Resmi Digelar di Jakarta, Grand Final Berlangsung Hari Ini

Daerah

Para Pimpinan DPRD Sungai Penuh Ikuti Rakor Pencegahan Korupsi Penyusunan APBD
Erupsi Gunung ibu

Daerah

Gunung Ibu Dua Kali Erupsi, Status Tetap Level II Waspada

Internasional

Tambang Emas PT.Freeport Indonesia Setor Rp7,73 triliun Bagian Pemerintah Pusat dan Daerah ….ini Rinciannya

Daerah

Doa Akhir Ramadhan, Harapan Penutup Bulan Suci Penuh Ampunan

Daerah

Satreskrim Kerinci Selidiki Motif Penusukan Warga Sungai Penuh

Advertorial

Pemkab Kerinci Gelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi

Daerah

Kemah Pemuda di IKN Resmi Dibuka