Home / Daerah / Hukum / Internasional / Kerinci / Nasional / News / Peristiwa

Selasa, 16 Desember 2025 - 11:56 WIB

Hutan di Kaki Gunung Kerinci Terus Terluka 2,3 Hektare Dirambah Sejak 2022

Perambahan hutan di  kaki gunung kerinci

Perambahan hutan di kaki gunung kerinci

KERINCI, http://Eksisjambi.com– Hutan di kawasan kaki Gunung Kerinci kembali menghadapi ancaman serius. Sejak tahun 2022, sekitar 2,3 hektare kawasan hutan di laporkan telah mengalami perambahan.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran berbagai pihak karena kawasan tersebut memiliki peran penting sebagai penyangga ekosistem dan sumber kehidupan masyarakat sekitar.

Gunung Kerinci yang di kenal sebagai gunung tertinggi di Sumatra bukan hanya ikon alam, tetapi juga rumah bagi beragam flora dan fauna endemik.

Perambahan hutan di kawasan ini di nilai berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang, mulai dari rusaknya keseimbangan ekosistem, meningkatnya risiko bencana alam seperti banjir dan longsor, hingga hilangnya sumber mata air.

Baca Juga :  Wako Ahmadi Pimpin Apel di RSUD M.H.A Thalib Sungai Penuh

Aktivitas pembukaan lahan yang di duga di lakukan secara ilegal ini menjadi sorotan, mengingat kawasan kaki Gunung Kerinci termasuk wilayah yang seharusnya di lindungi.

Kerusakan hutan yang terjadi tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga masa depan lingkungan dan generasi mendatang.

Sejumlah pemerhati lingkungan menyebutkan bahwa perambahan hutan kerap di picu oleh lemahnya pengawasan serta minimnya kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Jika tidak segera di tangani, kerusakan di khawatirkan akan meluas dan semakin sulit di pulihkan.

Oleh karena itu, masyarakat dan aktivis mendesak agar pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta pengelola kawasan konservasi bertindak tegas, Langkah-langkah seperti peningkatan patroli, penegakan hukum terhadap pelaku perambahan, serta edukasi kepada masyarakat di nilai sangat penting untuk menghentikan laju kerusakan hutan.

Baca Juga :  Prabowo Komitmen Tanam Dana Rp16 Triliun untuk Hutan Brasil, Indonesia Diingatkan Jaga Hutan Sendiri

“Gunung Kerinci adalah paru-paru alam yang harus kita jaga bersama. Jika hutan terus di rusak, maka dampaknya akan kembali di rasakan oleh manusia itu sendiri,” ujar Kusnadi aktivis lingkungan .

Saat ini, harapan besar tertumpu pada kolaborasi semua pihak untuk menyelamatkan hutan di kaki Gunung Kerinci. Menjaga alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kewajiban bersama demi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan di masa depan. (*)

 

Share :

Baca Juga

Advertorial

DPRD Kota Sungai Penuh Gelar Rapat Pariurna IV
Gerakan Pramuka Kerinci

Daerah

Wabup H. Murison Resmi Buka Jambore Ranting dan Pesta Siaga Pramuka Wilayah III Tahun 2025

Bangko

Ini Jadwal Operasi Patuh 2025
Pembangunan Daerah Provinsi Jambi

Advertorial

Pertumbuhan, Transformasi, dan Cara Keliru Membaca Pembangunan Daerah

Daerah

Wako Ahmadi Minta Pemetaan Ulang Potensi PAD

Advertorial

Kadis PUPR Maya Bersama Kapolres Kerinci Cek Lokasi Pasca Bencana Alam
Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP

Daerah

Cacat Epistemologis Dalam Membaca Data Publik Pendidikan

Kerinci

Monadi -Murison Sukses Kukuhkan Tim 14 Desa Se-Kecamatan Setinjau Laut