Jakarta,http://Eksisjambi.com – Aktivitas gempa bumi susulan pascagempa utama Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus berlangsung. Hingga Selasa, 1 September 2026 pukul 05.00 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat jumlah gempa susulan telah mencapai 10.747 kejadian.
Berdasarkan data terbaru BMKG, gempa susulan terbesar yang tercatat memiliki magnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil berkekuatan 0,9. Dari seluruh rangkaian gempa susulan tersebut, sebanyak 36 kejadian memiliki magnitudo di atas 5,0 dan 161 gempa di antaranya di laporkan di rasakan oleh masyarakat.
BMKG menjelaskan bahwa gempa susulan merupakan proses alami setelah terjadinya gempa utama. Aktivitas ini terjadi sebagai bentuk penyesuaian kerak bumi untuk mencapai keseimbangan baru setelah pelepasan energi yang sangat besar akibat gempa utama M7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026.
Meski jumlah gempa susulan masih tinggi, masyarakat di imbau tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat di pertanggungjawabkan.
BMKG meminta warga terus mengikuti informasi resmi dari lembaga tersebut serta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan yang masih berpotensi di rasakan.
Data Gempa Susulan Flores M7,7 (per 1 September 2026 pukul 05.00 WIB):
- Total gempa susulan: 10.747 kali
- Magnitudo terbesar: 6,2
- Magnitudo terkecil: 0,9
- Gempa bermagnitudo di atas 5,0: 36 kali
- Gempa susulan yang di rasakan: 161 kali
Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).







