Home / Artikel / Daerah / Internasional / Nasional / News

Kamis, 17 September 2026 - 07:30 WIB

Misteri Alas Tetuban di Gunungkidul: Antara Legenda Majapahit

Misteri Alas Tetuban di Gunungkidul

Misteri Alas Tetuban di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL, http://Eksisjambi.com – Alas Tetuban di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, di kenal dalam berbagai cerita tutur masyarakat sebagai salah satu kawasan hutan yang menyimpan banyak kisah mistis. Beragam legenda yang berkembang dari generasi ke generasi mengaitkan kawasan ini dengan sejarah Majapahit, tokoh-tokoh spiritual, hingga keberadaan dunia gaib.

Catatan Redaksi: Seluruh kisah dalam artikel ini merupakan cerita rakyat, legenda, dan kepercayaan masyarakat yang belum dapat dibuktikan secara ilmiah maupun historis.

Disebut sebagai Kerajaan Banaspati

Dalam cerita yang beredar di masyarakat, Alas Tetuban disebut sebagai pusat kerajaan Banaspati di Pulau Jawa. Kawasan tersebut dipercaya menjadi tempat berdiam berbagai makhluk gaib serta memiliki sejumlah lokasi yang dianggap sakral.

Salah satu tempat yang kerap disebut dalam legenda adalah Sendang Wewe. Dalam cerita rakyat, sendang ini diyakini sebagai tempat bersemayam makhluk halus tertentu. Berbagai kisah mengenai aktivitas gaib di lokasi tersebut menjadi bagian dari folklor yang masih dipercaya sebagian warga.

Masyarakat juga mengenal mitos bahwa pengunjung tidak diperkenankan membawa pulang benda apa pun dari kawasan hutan, termasuk batu maupun ranting pohon. Larangan tersebut dipercaya dapat menghindarkan seseorang dari kesialan, meski keyakinan ini sepenuhnya merupakan bagian dari tradisi lisan.

Gua Bungkeman dan Kisah Pertapaan

Di kawasan Alas Tetuban terdapat Gua Bungkeman yang dikenal sebagai lokasi yang dianggap angker oleh sebagian masyarakat.

Legenda menyebutkan gua tersebut pernah digunakan sebagai tempat bertapa oleh seorang bangsawan Majapahit dan seorang panglima dari Mataram. Nama “Bungkeman” sendiri diartikan sebagai tempat untuk menyepi atau bersemedi.

Sebagian pelaku spiritual bahkan meyakini bahwa kawasan Alas Tetuban memiliki sejumlah titik yang dianggap sakral. Namun, kepercayaan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah dan merupakan bagian dari tradisi spiritual masyarakat setempat.

Baca Juga :  Rezeki Tuan Diturunkan Tuhan: Harta, Syukur, dan Tanggung Jawab Sosial

Cerita lain mengisahkan seorang pangeran Majapahit bernama Raden Bondan Surati yang disebut melarikan diri bersama keluarga dan para pengikutnya menuju Alas Tetuban ketika terjadi kekacauan di Kerajaan Majapahit.

Menurut legenda, ia kemudian bertapa di Goa Tuban hingga dikenal sebagai Pangeran Pangalasan. Sementara kakaknya, Raden Ayu Tanjungsari, disebut melakukan pertapaan di kawasan Song Putri.

Para prajurit Majapahit yang mengikutinya konon membuka permukiman di wilayah selatan Alas Tetuban yang kemudian dikenal dengan nama Banaran.

Legenda Empu Supo Ndriyo

Folklor masyarakat juga menyebut adanya seorang empu terkenal bernama Empu Supo Ndriyo yang konon menetap di Alas Tetuban.

Dalam kisah tersebut, sang empu dipercaya sedang menempa Keris Sangkelat ketika rombongan Majapahit menemukannya. Mereka kemudian bergabung dan membangun kekuatan di kawasan tersebut.

Namun hingga kini, kisah tersebut lebih banyak dikenal sebagai legenda yang diwariskan secara turun-temurun.

Dihubungkan dengan Sunan Kalijaga

Dalam cerita rakyat lainnya, Sunan Kalijaga disebut pernah mendatangi Alas Tetuban untuk bertemu Empu Supo Ndriyo.

Legenda tersebut mengisahkan bahwa Sunan Kalijaga datang untuk menetralisir Keris Kyai Setan Kober sebelum akhirnya pusaka itu dikaitkan dengan tokoh-tokoh sejarah Kesultanan Demak.

Cerita yang sama juga menyebut Sunan Kalijaga mengajarkan ajaran Islam kepada makhluk gaib dan mendirikan pesantren gaib di kawasan Alas Tetuban. Hingga kini, kisah tersebut tetap menjadi bagian dari kepercayaan masyarakat dan belum memiliki bukti sejarah yang dapat diverifikasi.

Baca Juga :  Wako Ahmadi Hadiri ISPE 2022

Sendang Rini dan Batu Dakon

Di sekitar kawasan Alas Tetuban terdapat Sendang Rini yang dalam legenda disebut dahulu bernama Sendang Mojo.

Cerita masyarakat menyebut Raden Ayu Tanjungsari kerap bermain dakon di sekitar sendang tersebut. Batu dakon yang diyakini berasal dari masa Majapahit kemudian disebut dipindahkan ke kawasan Pura Santi Loka Banaran dan dipercaya memiliki khasiat tertentu oleh sebagian masyarakat.

Kepercayaan mengenai khasiat batu tersebut merupakan bagian dari tradisi lokal dan belum didukung bukti ilmiah.

Kisah Baginda Majapahit dan Pantai Ngobaran

Legenda lain menghubungkan Alas Tetuban dengan pelarian seorang raja Majapahit setelah terjadi serangan terhadap Kerajaan Trowulan.

Menurut cerita, sang raja melanjutkan perjalanan menuju pesisir selatan hingga kawasan yang kini dikenal sebagai Pantai Ngobaran. Di lokasi itulah disebut berlangsung prosesi kremasi dan upacara adat yang kemudian menjadi asal-usul nama pantai tersebut.

Versi cerita ini juga menyebut sejumlah tokoh pengikut Majapahit menetap di berbagai wilayah sekitar Gunungkidul.

Asal-usul Mitos “Pulung Gantung”

Masyarakat setempat juga mengenal kisah mengenai asal-usul mitos “Pulung Gantung”. Dalam legenda, sejumlah pengikut Majapahit yang tidak mampu bertahan hidup di hutan dikisahkan mengakhiri hidup mereka.

Cerita tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu asal-usul kepercayaan mengenai Pulung Gantung yang hingga kini masih menjadi bagian dari folklor masyarakat Gunungkidul.

Meski demikian, para peneliti budaya menilai berbagai kisah tersebut merupakan warisan tradisi lisan yang memiliki nilai budaya dan sejarah lokal, namun tidak dapat dijadikan fakta sejarah tanpa dukungan bukti arkeologis maupun sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.*

Share :

Baca Juga

Kapal Rumah Sakit Indonesia

Internasional

Indonesia Satu-Satunya di ASEAN Punya Kapal Rumah Sakit

Internasional

Plane Spotter Abadikan Momen Perdana Pengisian Bahan Bakar Udara Pesawat Siluman B-21 Raider

Daerah

HKI Lanjutkan Pembangunan Tol Betung – Jambi, Perjalanan Jadi Lebih Cepat 

Hukum

Kopassus Ahli Perang Hutan Saat Operasi Senyap Yang Tewaskan 18 OPM

Advertorial

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hadiri Peresmian Rumah Restoratif Justice

Daerah

Wawako Antos Pimpin Rapat Satgas, Bahas Tindaklanjut Penanganan Covid 19

Advertorial

Sekda Alpian Pimpin Rapat Persiapan Pra Penilaian Kinerja Konvergensi Stunting

Daerah

Ketua Komisi IV Fadli sudria : Kita Minta Petrochina Transparan