Kerinci, Eksisjambi.com – Di balik cita rasa khas kopi Arabika Kerinci, terdapat perjalanan panjang yang di mulai dari lereng pegunungan hingga menjadi sajian kopi yang siap di nikmati.
Tumbuh di kawasan dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 1.453 meter di atas permukaan laut (mdpl), kopi Arabika Kerinci memiliki karakter rasa yang di pengaruhi oleh kondisi alam, tanah yang subur, serta udara sejuk khas pegunungan.
Proses budidaya kopi Arabika Kerinci di awali dengan penanaman bibit kopi di lahan perkebunan. Bibit pilihan di tanam dengan memperhatikan kondisi lahan dan teknik budidaya yang tepat agar tanaman dapat tumbuh optimal.
Setelah penanaman, petani melakukan perawatan kebun dan pemupukan secara berkala. Perawatan tersebut meliputi pemeliharaan tanaman, pembersihan lahan, pemangkasan, serta pemberian nutrisi untuk menjaga kesehatan tanaman dan meningkatkan kualitas hasil panen.
Setelah melewati masa pertumbuhan sekitar 3 hingga 4 tahun, tanaman kopi Arabika mulai menghasilkan buah. Petani kemudian melakukan pemetikan cherry merah Arabika, yaitu buah kopi yang telah matang sempurna. Pemilihan buah merah menjadi langkah penting untuk menghasilkan biji kopi dengan kualitas dan cita rasa terbaik.
Buah kopi yang telah di panen selanjutnya memasuki tahap proses pascapanen. Melalui tahapan pengolahan yang cermat,
mulai dari sortasi buah, pengupasan kulit, fermentasi, pencucian, hingga pengeringan, buah kopi di olah menjadi biji kopi berkualitas.
Hasil pengolahan tersebut menghasilkan green bean Arabika Kerinci, yaitu biji kopi mentah yang siap memasuki tahap pengolahan berikutnya.
Tahapan berikutnya adalah roasting atau proses sangrai. Dengan teknik sangrai yang tepat, karakter aroma, rasa, dan keunikan kopi Arabika Kerinci mulai terbentuk hingga menjadi roasted bean yang siap di nikmati, Roasted bean kemudian siap di giling dan di seduh dengan penuh ketelitian.
Setiap cangkir kopi Arabika Kerinci menghadirkan cerita panjang tentang alam Kerinci, kerja keras para petani, serta proses yang di lakukan dengan penuh dedikasi.
Dari ketinggian 1.453 mdpl hingga menjadi secangkir kopi berkualitas, kopi Arabika Kerinci menjadi bukti bahwa kekayaan alam dan sentuhan tangan manusia mampu menciptakan cita rasa yang istimewa.*







