LEMBATA NTT, http://Eksisjambi.com – Aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, terpantau masih tinggi. Berdasarkan laporan pengamatan periode 16 Januari 2026 pukul 00.00–24.00 WITA, gunung api dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini tercatat mengalami 277 kali letusan.
Letusan tersebut memiliki tinggi kolom sekitar 200 hingga 500 meter di atas puncak kawah, dengan warna asap putih, kelabu, hingga hitam. Selain itu, terdengar suara gemuruh atau dentuman lemah hingga sedang yang menyertai aktivitas erupsi.
Secara visual, gunung teramati jelas hingga tertutup kabut tipis (0–I). Asap kawah bertekanan lemah terlihat berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang, membumbung setinggi 50–200 meter dari puncak kawah. Petugas juga melaporkan aliran lava mengarah ke sektor barat dengan jarak luncur sekitar 100 meter dari bibir kawah.
Sementara itu, kondisi meteorologi di sekitar gunung bervariasi, mulai dari cerah, berawan, mendung hingga hujan. Angin bertiup lemah ke arah timur, dengan suhu udara berkisar 26–30 derajat Celsius.
Dari hasil pengamatan kegempaan, tercatat beberapa jenis aktivitas seismik, antara lain:
- Gempa Letusan: 277 kejadian, amplitudo 16,4–34,7 mm, durasi 33–100 detik.
- Gempa Guguran: 1 kejadian, amplitudo 6,5 mm, durasi 91 detik.
- Gempa Hembusan: 518 kejadian, amplitudo 5,6–18,2 mm, durasi 51–56 detik.
- Tremor Non-Harmonik: 22 kejadian, amplitudo 7,1–21,2 mm, durasi 107–313 detik.
Hingga saat ini, Gunung Ili Lewotolok masih berada pada Level II (Waspada). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting, di antaranya:
Masyarakat dan pengunjung di larang beraktivitas dalam radius 2 km dari pusat aktivitas gunung, serta sektoral selatan–tenggara dan barat sejauh 2,5 km.
Waspada terhadap potensi guguran atau longsoran lava serta awan panas di sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut. Masyarakat di imbau tidak panik apabila mendengar suara gemuruh atau dentuman.
Pemerintah daerah dan warga di minta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, atau dengan PVMBG/Badan Geologi untuk memperoleh informasi terkini. Pemantauan juga dapat di lakukan melalui aplikasi dan situs Magma Indonesia.
Laporan aktivitas ini di susun oleh Stanislaus Ara Kian, A.Md., berdasarkan data dari Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG, dan Pos Pengamatan Gunungapi Ili Lewotolok.**







