Home / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Senin, 24 November 2025 - 18:35 WIB

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Sumatera Barat Berpotensi Dilanda Bencana Hidrometeorologi

BMKG Keluarkan Peringatan Dini

BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Padang, http://Eksisjambi.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau mengeluarkan peringatan dini terkait meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi di Provinsi Sumatera Barat untuk periode 21 hingga 27 November 2025.

Peringatan ini di rilis menyusul penguatan Monsun Asia yang saat ini memicu kondisi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Sumbar.

Menurut BMKG, wilayah Sumatera Barat kini berada dalam pengaruh angin baratan yang membawa suplai massa udara lembap dari Samudra Hindia.

Saat massa udara lembap tersebut memasuki kawasan Sumbar, ia bertemu dengan topografi Pegunungan Bukit Barisan, sehingga memicu proses pengangkatan udara secara orografis Kondisi ini memperkuat pembentukan awan hujan berintensitas tinggi.

Selain itu, fenomena Indian Ocean Di pole (IOD) negatif serta aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial juga ikut berperan dalam meningkatkan pertumbuhan awan konvektif.

Baca Juga :  Flyover Sitinjau Lauik dan Tol Padang-Sicincin Jadi Harapan Baru Sumbar

Kombinasi fenomena ini membuat potensi cuaca ekstrem dapat di rasakan mulai dari pesisir barat hingga wilayah perbukitan di bagian tengah Sumbar.

BMKG mencatat setidaknya 14 kabupaten dan kota berada dalam kategori siaga atas potensi bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi secara bersamaan. Daerah tersebut meliputi:

  1. Kabupaten Padang Pariaman
  2. Kota Pariaman
  3. Kota Padang
  4. Kabupaten Pesisir Selatan
  5. Kabupaten Sijunjung
  6. Kabupaten Kepulauan Mentawai
  7. Kabupaten Pasaman Barat
  8. Kabupaten Agam
  9. Kabupaten Tanah Datar
  10. Kabupaten Solok
  11. Kabupaten Dharmasraya
  12. Kabupaten Solok Selatan
  13. Kabupaten Lima Puluh Kota

BMKG memperingatkan bahwa cuaca ekstrem selama periode tersebut dapat memicu banjir, banjir bandang, tanah longsor, genangan, angin kencang, sambaran petir, hingga kondisi jalan licin.

BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang tinggal di:

  • daerah perbukitan,
  • lereng rawan longsor,
  • bantaran sungai,
  • kawasan cekungan atau dataran rendah.
  • Warga juga di minta untuk:
  • menyiapkan jalur evakuasi dan tas siaga bencana,
  • mengamankan dokumen serta barang berharga,
  • rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan instansi terkait.
Baca Juga :  PJ.Bupati Asraf Pimpin Upacara Peringatan HKN Tahun 2024

Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diimbau memperkuat sosialisasi peringatan dini kepada masyarakat, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor. BPBD juga diminta:

  • melakukan pemantauan intensif di titik-titik rawan,
  • mengawasi aliran sungai serta lereng berpotensi longsor,
  • memastikan kesiapan personel, logistik, peralatan, dan sarana evakuasi,

memperkuat koordinasi dengan pemkab/pemko, TNI/Polri, dan relawan kebencanaan.

Dengan adanya peringatan dini ini, BMKG berharap masyarakat dan pemerintah daerah dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem selama periode 21–27 November 2025.

Upaya antisipatif diharapkan mampu meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi yang kemungkinan terjadi.(*)

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Memasuki Masa Pensiun, Gubernur Al Haris Apresiasi Kinerja Kepala BKKBN Jambi

Daerah

Komunitas Wartawan Tebo Bagi-Bagi Takjil dan Buka Puasa Bersama
Amerika Serikat vs Venezuela

Internasional

AS Siap Gempur Venezuela, Dunia Waspadai Titik Panas Geopolitik Baru

Bangko

Kerena Kinerjanya Sudah Terbukti Masyarakat Kec Lembah Masurai Bertekad Menangkan Nalim-Nilwan

Daerah

Bupati Solok Selatan Resmikan Rute DAMRI Padang Aro – Pelompek Kerinci

Internasional

Menko AHY Akrab Bersama Sekjen PBB Ban king-moon

Advertorial

KELUARGA BESAR DINAS PUPR KABUPATEN KERINCI MENGUCAPKAN MOHON MAAF LAHIR & BATIN

Daerah

Kerusuhan Liga Indonesia Kembali Terjadi, DPR Minta PSSI dan Pemerintah Bertindak Tegas