ACEH – Upaya percepatan pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah terdampak di Aceh terus di perkuat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan helikopter jenis Sikorsky untuk menyalurkan bantuan logistik ke daerah-daerah yang hingga kini masih sulit di jangkau melalui jalur darat.
Helikopter berlogo BNPB tersebut terlihat melakukan pengiriman bantuan dengan metode sling load, yakni teknik pengangkutan logistik menggunakan kawat tali baja berdaya angkut tinggi yang di gantung di bagian bawah helikopter. Dengan metode ini, setiap kali penerbangan (sortie), helikopter mampu membawa bantuan hingga 1,5 ton.
Metode sling load di pilih sebagai solusi efektif untuk menjangkau wilayah terisolir akibat kerusakan infrastruktur, seperti jalan putus, jembatan rusak, dan medan ekstrem pascabencana.
Bantuan yang dikirimkan meliputi kebutuhan pokok masyarakat, logistik darurat, serta perlengkapan pendukung penanganan bencana.
BNPB menegaskan bahwa pengiriman bantuan melalui udara menjadi langkah strategis guna memastikan distribusi logistik tetap berjalan cepat dan merata, khususnya bagi warga yang hingga kini belum bisa menerima bantuan secara optimal melalui jalur darat.
“Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan darurat agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi,” demikian di sampaikan BNPB dalam keterangannya.
BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh unsur terkait terus memperkuat koordinasi dan kerja sama di lapangan. Sinergi lintas sektor ini di harapkan mampu memaksimalkan proses tanggap darurat sekaligus mempercepat pemulihan kondisi masyarakat di wilayah terdampak bencana di Aceh.
Hingga saat ini, proses penanganan darurat masih terus berlangsung, dengan fokus utama pada distribusi logistik, evakuasi warga, serta pemulihan akses dan fasilitas vital. (*)







