http://Eksisjambi.com– China kembali menegaskan posisinya sebagai produsen emas terbesar di dunia. Sepanjang tahun 2024, Negeri Tirai Bambu mencatatkan total produksi emas mencapai 380,2 ton, mempertahankan dominasinya di industri pertambangan emas global.
Di posisi berikutnya, Rusia dan Australia menyusul sebagai negara dengan produksi emas terbesar dunia. Kedua negara tersebut di kenal memiliki basis pertambangan yang kuat serta cadangan mineral melimpah yang menopang stabilitas produksi emas mereka dari tahun ke tahun.
Sementara itu, Indonesia menempati peringkat kedelapan dunia dengan total produksi emas sekitar 140,1 ton pada 2024. Capaian ini menegaskan peran Indonesia sebagai salah satu pemain penting di sektor pertambangan emas global, khususnya di kawasan Asia Tenggara.
Di kutip dari Warta Ekonomi, produksi emas mencerminkan kapasitas dan kekuatan industri pertambangan suatu negara. Namun demikian, tingginya produksi emas tidak selalu berbanding lurus dengan nilai ekspor emas maupun besaran cadangan devisa nasional yang di miliki suatu negara.
Perlu di ketahui, data produksi emas yang di sajikan merupakan hasil dari tambang emas primer dan tidak mencakup emas hasil daur ulang maupun cadangan emas nasional yang tersimpan di bank sentral. Angka-angka tersebut bersifat tahunan dan dapat mengalami penyesuaian seiring dengan pembaruan laporan resmi dari lembaga terkait.
Konsentrasi produksi emas dunia hingga saat ini masih di dominasi oleh negara-negara dengan cadangan mineral besar serta infrastruktur pertambangan yang mapan, menjadikan sektor ini tetap strategis dalam perekonomian global.**







