Home / Daerah / Kerinci / News / Politik

Minggu, 20 Agustus 2023 - 20:24 WIB

Chintya Albert Siin Pimpinan Perempuan Pertama Bawaslu Kabupaten Kerinci

Rksisjambi.com,KERINCI – Tiga anggota terpilih Badan Pengawas Pemilu kabupaten Kerinci telah ditetapkan oleh Bawaslu RI. Berdasarkan Pengumuman Hasil Uji Kelayakan Nomor : 2568.1/KP.01.00/K1/08/2023 Tentang Pengumuman Calon anggota Badan Pengawas Pemilu Kabupaten/Kota Terpilih Periode 2023-2028. pada Kamis (17/08), dan telah dilantik oleh Bawaslu RI Pertanggal 19 Agustus 2023 di Jakarta.

Dalam pelantikan tersebut ketiga komisioner bawaslu terpilih yakni, Chintiya Albert siin, Doni Aria saputra dan Tomi Akbar, Namun ada sesuatu yang menarik dari tiga anggota Komisioner Bawaslu Tersebut terdapat salah satu Perempuan yang terpilih yakni sosok perempuan Chintiya Alber siin. Siapakah Dia ? dan Bagiamana Track dan Pengelamannya dibidang penyelengaraan dan pengawasan kepemuliaan?

Chintiya Nama Pangilanya Yang sebelumnya merupakan Anggota panwascam dari salah satu kecamatan di kabupaten Kerinci, pengalamannya dibidang pengawasan kepemulian tidak diragukan lagi sosok chintiya ini merupakan perempuan aktif dan partisipatif dalam setiap penyelengaraan kepemiluan apalagi di bidang pengawasan Kepemiluan yaitu Bawaslu.

Baca Juga :  Mitra Binaan PT Timah Tbk Friskila Natural Beauty Raih Prestasi UMKM Award Babel

Ia menempuh pendidikan S1 di STAIN Kerinci yang Sekarang ini dikenal dengan IAIN Kerinci yang berkuliah di jurusan tarbiya tadris bahasa inggris. Pada masa perkuliahan ia aktif diberbagai organisasi kemahasiswaan Baik yang bersifat internal maupun Exsternal Kampus.

Chintiya juga diketahui aktif berorganisasi, baik saat berkuliah maupun setelah bangku perkuliahan. Ia aktif di senat mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kerinci ia juga merupakan sosok istri dari salah satu Mantan Ketua Umum HMI Cabang Kerinci dimasa pembentukan/persiapan HMI Di Kabupaten Kerinci, hingga sosok perempuan ini tercatat pernah menjadi Ketum KOhati HMI yang merupakan organisasi Keperempuanan di tubuh HMI.Tak hanya itu, Chintiya juga diketahui aktif menyuarakan isu-isu kesetaraan gender dan perempuan. Salah satunya ia menjadi narasumber diberbagai kegiatan kepemudaan dan kemahasiswaan yang ada di Kerinci.

Ia juga dikenal sebagai seorang pendidik yang senantisa mencurahkan ilmunya kepada siswa-siswanya oleh karena itu sosok perempuan ini tidak canggung lagi berhadapan dengan pendidikan kepemudaan di kerinci.

Baca Juga :  Begini Skema Kerja 4 Hari WFO dan 1 Hari WFH

Dalam sejarah pembentukan dan keberadaan Badan Pengawas Pemilu dan Penyelengaran Pemilu (KPU) di kabupaten Kerinci chintiya tercatat merupakan Perempuan pertama yang mampu menduduki pucuk pimpinan di Bawaslu Kerinci.

“ dalam sejarah bawaslu kerinci belum ada perempuan yang menjadi pimpinan di bawaslu kerinci akan tetapi pada hari ini, sosok perempuan kabupaten kerinci mampu untuk mengemban amanah selaku salah satu pimpinan di bawaslu Kerinci, “ Ujarnya.

Menelisik lebih jauh, sosok chintiya ini aktif berbagai organisasi kemahasiswaan di kerinci apalagi berkenaan dengan akan pentinya partisifasi perempuan dalam penyelengaraan pemilu,

“Aktivitas saya sejak kuliah selalu mendedikasikan diri bersama perempuan perempuan yang aktif diorganisasi kemahasiswaan. Sehingga visi ini dan aktifitas ini memberikan ruang yang besar bagi perempuan untuk bisa mengabdikan diri selaku penyelengara pengawasan kepemiluan di indonesia,” tutup dia. (*)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Semarakkan HUT RI,Bupati Kerinci Ikuti Bagi Bendera Merah Putih Kepada Warga
Introspeksi Diri

Artikel

Belajar dari Harapan yang Tak Sesuai: Antara Menyalahkan dan Introspeksi Diri

Kota Sungai Penuh

Dinilai Pasangan yang Tepat, Waketum DPP Golkar Ajak Masyarakat Sungai penuh Pilih Paslon Muda Fikar-Yos
Gubernur Jambi Alharis

Advertorial

Gubernur Al Haris Hadiri HUT Ke-77 Kabupaten Batang Hari

Daerah

KAI Siapkan Layanan Experience, Luxury, dan Heritage
bus TransJakarta,

Hukum

Pria Diduga Lakukan Tindakan Asusila di Bus TransJakarta Rute 1A, 

Bangko

Wabup A. Khafidh Sebutkan Adanya Dana APBN Rp 1,4 Milyar untuk Perikanan

Kota Sungai Penuh

Kembali Didzolimi, Fikar-Yos Dihadang Ala Premanisme