Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Otomotif

Senin, 30 Maret 2026 - 14:52 WIB

Crash Highside Veda Pratama: Antara Performa Maksimal dan Risiko Balap

Veda Pratama

Veda Pratama

JAKARTA, http://Eksisjambi.com –  Insiden crash highside yang di alami pembalap muda Indonesia, Veda Pratama, saat sedang berada dalam performa terbaiknya menjadi sorotan. Momen tersebut terjadi tak lama setelah ia mencetak hot lap, menandakan bahwa dirinya tengah berada dalam ritme balap yang sangat kompetitif.

Dalam dunia balap motor, kondisi seperti ini bukan hal yang asing. Ketika pembalap menemukan feeling terbaik dengan motornya, terutama dalam situasi perebutan posisi depan atau podium, mereka cenderung mendorong hingga batas absolut. Risiko pun meningkat secara signifikan.

Highside sendiri merupakan salah satu jenis kecelakaan paling berbahaya dalam balap motor. Insiden ini terjadi ketika ban belakang kehilangan traksi (slip), lalu secara tiba-tiba mendapatkan kembali cengkeramannya. Efeknya sangat agresif motor akan melempar pembalap ke udara dalam waktu singkat.

Baca Juga :  Ketua DPRD Edi Purwanto Minta Perbaikan Jalan Jelang Arus Mudik diPercepat

Situasi ini kerap muncul saat pembalap keluar tikungan dengan akselerasi tinggi dan gaya berkendara yang agresif.

Dalam kasus Veda Pratama, indikasi kuat menunjukkan bahwa ia sedang tampil all-out. Setiap sektor lintasan di maksimalkan demi memangkas waktu dan mengejar posisi terdepan. Upaya tersebut memang berhasil meningkatkan performa, namun di saat yang sama membuka peluang terjadinya kesalahan kecil yang berujung fatal.

Meski demikian, insiden ini tidak bisa serta-merta di kategorikan sebagai kesalahan teknis atau “blunder”. Sebaliknya, hal ini mencerminkan karakter seorang pembalap muda yang memiliki insting balap tinggi serta keberanian mengambil risiko demi hasil besar.

Mentalitas seperti ini justru menjadi fondasi penting bagi pembalap untuk berkembang di level kompetisi yang lebih tinggi.

Namun, di balik agresivitas tersebut, terdapat pelajaran krusial yang tak boleh di abaikan. Dalam balap profesional, kemampuan mengelola risiko sama pentingnya dengan kecepatan. Pembalap elite tidak hanya di tuntut untuk cepat, tetapi juga cerdas dalam membaca situasi balapan termasuk menentukan kapan harus menekan dan kapan perlu menahan.

Baca Juga :  Bupati Tanjabtim Dillah Hich dan Wabup Muslimin Tanja Tinjau Langsung Ambruknya Jembatan Kota Harapan

Terlebih ketika peluang podium sudah terbuka lebar, pendekatan yang lebih terukur sering kali menjadi kunci untuk mengamankan hasil. Konsistensi dan kontrol emosi di lintasan menjadi pembeda antara pembalap cepat dan pembalap juara.

Insiden yang di alami Veda Pratama ini di harapkan menjadi bagian dari proses pembelajaran. Dengan pengalaman tersebut, ia berpotensi berkembang menjadi pembalap yang tidak hanya agresif, tetapi juga matang secara strategi kombinasi yang sangat di butuhkan untuk bersaing di level tertinggi balap motor.**

Share :

Baca Juga

Daerah

Veda Ega Pratama Tampil Mengejutkan, Jadi Pebalap Tercepat pada Hari Pertama Moto3 Jerman

Daerah

Walikota Alfin Sambut Tim BPKP Provinsi Jambi, Penguatan SPIP dan MR Pemda

Daerah

Masa Tua, Warisan Karya Tulis, dan Akhir Hayat Sang Ideolog Muhammadiyah

Advertorial

Ketua Komisi IV Fadli Sudria: DPRD Prov.Jambi Sudah Tambahkan Anggaran Karhutla
kenaikan gaji pensiunan pns

Daerah

Rapel Kenaikan Gaji Pensiunan PNS 2026 Dikabarkan Cair..cek faktanya

Daerah

Pemerintah kota Sungai Penuh Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik

Advertorial

16 Pejabat Secara Resmi Dilantik Sekda Tanjab Timur
Menkeu Purbaya Yudhi

Internasional

Kemenkeu Luncurkan Layanan “Lapor Pak Purbaya” Lewat WhatsApp