Home / Bangko / Daerah / Nasional / News

Selasa, 10 Juni 2025 - 19:07 WIB

Demonstrasi Mahasiswa Merangin, Bukan Soal Jumlah Tapi Substansi Tuntutan

Eksisjambi.com,Merangin- Aksi demonstrasi yang digelar oleh sejumlah mahasiswa di Kabupaten Merangin kembali menjadi perbincangan publik, pada Selasa (10/6/2025).

Meski jumlah peserta terbilang tidak besar, gaungnya tetap menggema, terutama di media sosial. Komentar publik pun terbagi,ada yang mempertanyakan skala aksi, ada pula yang menyindir, “Itu-itu saja orangnya, cuma 10 orang.”

Namun, di balik polemik jumlah peserta, ada hal yang jauh lebih penting untuk disorot: substansi tuntutan.

Dalam iklim demokrasi yang kian menyempit dan meningkatnya apatisme publik, keberanian mahasiswa turun ke jalan justru menjadi tanda bahwa kontrol sosial belum sepenuhnya lumpuh. Mereka hadir dengan suara lantang dan tuntutan konkret terhadap kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

Setidaknya, ada empat tuntutan utama yang disuarakan dalam aksi tersebut:

Baca Juga :  Nilwan Yahya Turut Berduka Atas Meninggalnya Kades Muara Jernih

1. Membatalkan rencana pembelian mobil dinas baru di tengah kondisi anggaran daerah yang disebut sedang dalam masa efisiensi.

2. Menindak tegas aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang merusak lingkungan dan berpotensi merugikan masyarakat.

3. Menertibkan tempat-tempat hiburan malam dan penyakit masyarakat (pekat) yang dianggap makin marak tanpa pengawasan jelas.

4. Memberikan solusi konkret serta keringanan bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini seringkali terpinggirkan dalam kebijakan penataan kota.

Tuntutan ini bukan sekadar orasi kosong. Mahasiswa menuntut tindakan nyata dari pemerintah, bukan janji manis dalam seremonial belaka.

“Bukan ramai atau tidaknya massa yang jadi ukuran keberhasilan, tapi keberanian menyuarakan hal yang penting di tengah kesunyian moral banyak pihak,” ujar salah satu koordinator aksi.

Baca Juga :  PAD Merangin Tahun 2025 Lampau Angka Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Pengamat sosial lokal pun mengapresiasi aksi ini sebagai bentuk kontrol sipil yang sehat. Ia menilai bahwa ketimbang mencibir jumlah peserta, publik seharusnya lebih fokus pada isi dari perjuangan yang dibawa.

“Gerakan mahasiswa memang tidak sempurna, tapi kalau kita lebih sibuk mengejek daripada mendengarkan isi tuntutan mereka, bisa jadi yang perlu dikritik bukan hanya pemerintah, tapi juga cara kita sebagai masyarakat memaknai perjuangan,” katanya.

Aksi ini mengingatkan bahwa perjuangan tidak selalu datang dalam keramaian. Terkadang, suara-suara kecil yang konsisten justru membawa perubahan lebih nyata daripada sorakan massa yang tak tahu arah. Dan dalam konteks Merangin hari ini, mahasiswa sekali lagi menunjukkan bahwa suara rakyat masih ada, meski hanya datang dari segelintir yang berani.(*)

Share :

Baca Juga

Nasional

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar Mengundurkan Diri
HP Samsung terbaru 2026

Daerah

Samsung Galaxy A07 5G Resmi Dirilis Global, Cek Keunggulannya

Daerah

TPPS Tebo Lakukan Safari Stunting di VII Koto dan Vll Koto Ilir

Internasional

Tragedi Longsor Gunung Kuda, Puluhan Korban, Beberapa Ditemukan Tanpa Anggota Tubuh
Wakil Walikota Sungai Penuh Azhar Hamzah

Daerah

Wawako Azhar Sampaikan LKPj 2025 di DPRD, Soroti Kinerja dan Capaian 

Advertorial

Bupati H.Anwar Sadat Hadiri Pembukaan Pendidikan Dan Pelatihan Pemeriksaan Belanja Daerah Dalam Meningkatkan Kompetensi SDM
Foto : Teknologi & Strategi Militer

Daerah

Uji Penembakan Rudal Exocet Block 3 KRI I Gusti Ngurah Rai-332 Tunjukkan Kekuatan TNI AL
Mahkamah Konstitusi

Daerah

Gugatan PPPK Disetarakan dengan PNS Berpotensi Ditolak, Hakim MK Soroti Status Sejak Awal